Breaking News:

DPRD Surabaya

Efektifkan Balai RW untuk Sarana Belajar Daring di Kota Surabaya

Keberadaan Balai RW yang difasilitasi jaringan wifi belum maksimal dimanfaatkan untuk penunjang belajar daring (dalam jaringan) siswa di Surabaya.

surya.co.id/sugiharto
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti di ruang kerjanya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan Balai RW yang difasilitasi jaringan wifi belum maksimal dimanfaatkan untuk penunjang belajar daring (dalam jaringan) siswa di Surabaya.

Bahkan keberadan 52 Board Learning Center (BLC) di tiap kelurahan juga belum berfungsi maksimal.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyebut bahwa keberadaan BLC belum dimanfaatkan dengan baik.

"Saya acak sidak sebanyak 25 BLC. Hampir semua masih tutup. Tidak termanfaatkan dengan baik," kata Reni Astuti, Minggu (13/9/2020).

Di Surabaya terdapat 53 BLC, tersebar di hampir setiap wilayah dan kelurahan. Keberadaannya sempat akan menjadi jawaban bersama balai RW atas situasi pandemi yang mengharuskan anak-anak sekolah belajar secara daring.

Namun saat Reni turun mengecek keberadaan BLC, hampir semua masih tutup, sehingga efektifitas BLC dipertanyakan.

BLC menyebar di berbagai tempat, mulai di rumah susun (rusun), taman, hingga permukiman penduduk.

Fasilitasnya sudah lengkap dengan komputer dan jaringan internet. Namun, nilai manfaat kepada warga belum dimaksimalkan.

Sebenarnya, BLC bisa mengcover kebutuhan para siswa untuk belajar dengan menggunakan fasilitas ini.

"Saya cek sendiri. BLC masih belum efektif karena banyak yang masih tutup, dan hanya satu yang saya lihat itu ada orangnya, yakni di BLC Wiyung,” kata Reni.

Banyak keluhan warga yang harus beli kuota internet untuk belajar anaknya. Sementara saat ini sedang dibantu oleh pemerintah untuk kebutuhan kuota internet tersebut.

Kata Reni, harus dipastikan jangan sampai ada siswa yang kesingsal atau ketelisut tidak mendapat bantuan kuota internet ini.

Internet Harus Memadai
Daripada siswa belajar daring ke warung kopi (warkop), berkerumun dengan banyak orang dan bisa berpotensi tertular virus corona. Lebih baik manfaatkan BLC secara maksimal.

Sebaikya ada support dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dan BLC harus bisa digunakan secara merata. Perlu juga mentor khusus. Jangan sekadar pakai masker lalu selesai.

"Internet di Balai RW juga harus memadai dan bisa dimanfaatkan warga," pungkas Reni Astuti.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved