DPRD Surabaya

DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Masif Swab Test Guru, Reni Astuti: Virus Corona Bukan Aib

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti (kanan) didampingi Koordinator Labkesda Surabaya Umi Widayati saat meninjau fasilifas dan layanan Labkesda.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
Foto: dprd surabaya
LABKESDA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti (kanan) didampingi Koordinator Labkesda Surabaya Umi Widayati saat meninjau fasilifas dan layanan Labkesda beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mendukung dan mangapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah masif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Semua guru saat ini sedang dan akan di-swab test.

Tes usap itu akan dilakukan untuk semua guru SD dan SMP di seluruh Surabaya, baik sekolah negeri maupun swasta. Akan ada sekitar 21.000 lebih guru yang akan bergiliran dites usap.

"Ini perhatian Pemkot kepada guru untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kalau semua guru di-swab, akan membantu diri dan keluarga serta lingkungan sekitar agar tidak tertular," kata Reni Astuti, Minggu (13/9/2020).

Tak hanya itu. Dengan melakukan swab, artinya upaya tracing akan makin efektif. Pelacakan ini akan mempermudah penanganan penyebaran virus corona di Surabaya.

Selain itu, upaya masif uji swab itu untuk langkah awal dan persiapan sebelum dilakukan belajar tatap muka di sekolah-sekolah. Nantinya saat dilakukan pembelajaran konvensional di sekolah, setidaknya sudah ada langkah aman untuk mencegah penularan di sekolah.

"Semua guru kan tersebar di semua wilayah. Jadi, akan lebih aman jika dilakukan swab. Kan mereka juga berbaur dengan masyarakat luas," kata Reni.

Politisi perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan bahwa layanan tes swab untuk semua guru itu tidak berbayar alias gratis.

Langkah ini telah terjadwal untuk dilakukan. Selain pengambilan sampel usap bisa di puskesmas, juga dilakukan di GOR (Gedung Olah Raga) Pancasila.

Bahkan saat pengambilan sampel juga bisa dilakukan di rumah sakit (RS) manapun. Selama mendapat rekomendasi dari dinas kesehatan (dinkes) dan tetap gratis.

Sebab saat ini Surabaya sudah punya Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Dalam waktu sehari, hasil swab sudah bisa diketahui.

Kapasitas sampel yang bisa ditangani di lab tersebut mencapai 4.000 sampel. Semua ditangani dengan sistem yang tepat dengan tenaga profesional dan fasilifas terstandar.

Lab ini sebelumnya adalah lab lingkungan. Reni yang pernah meninjaunya mengatakan bahwa lab tersebut akan memberi manfaat.

Jika hasil tesnya positif, maka bisa dilakukan langkah tepat dan cepat. Yakni, segera dilakukan isolasi mandiri. Jika ada gejala lebih parah, maka bisa dirujuk ke RS yang sudah ditentukan.

Corona Bukan Aib
Tes swab akan menjadi langkah tepat untuk melacak penyebaran virus corona di sebuah kawasan. Reni Astuti mendukung para guru yang bersedia dilakukan swab.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved