Breaking News:

Berita Gresik

BPNT Belum Beres, Giliran Bantuan PKH di Kabupaten Gresik Diduga Disunat

Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan atau PKH di salah satu desa di Kecamatan Duduksampeyan buka suara.

surya.co.id/willy abraham
KKS milik K dan KPM lainnya warga Kabupaten Gresik yang diduga disunat. 

SURYA.co.id | GRESIK - Dugaan penyelewengan bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Gresik masih belum beres. Progam bantuan lainnya dilaporkan diduga disunat oknum tidak bertanggung jawab.

Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan atau PKH di salah satu desa di Kecamatan Duduksampeyan buka suara.

Bantuan yang diterima dari pemerintah pusat itu jumlahnya berkurang atau tidak utuh.

Menurut K dirinya kaget saat menerima bantuan di bulan Agustus lalu. Nominalnya jauh di bawah yang diterima di bulan-bulan sebelumnya.

"Juli masih nerima Rp 400 ribu kemudian Agustus kemarin malah dapat Rp 160 ribu saja," ucapnya, Minggu (13/9/2020).

Saat itu, ia tanyakan kepada pendamping. Sebab, proses pencarian PKH di desanya itu kartu keluarga sejahtera (KKS) dikumpulkan jadi satu ke pendamping.

Pendamping datang ke rumah KPM seusai waktu  dhuhur, mengambil KKS yang sudah ada password-nya.

Kemudian pergi dan setelah waktu Ashar kembali memberikan uang dan struk penarikan.

"Katanya ada perubahan data. Anak saya dibilang kuliah dan dianggap mampu. Padahal anak saya masih kelas XI SMA," terangnya.

Padahal, status K penerima dengan kategori anak SMA kelas XI dan anak SMP kelas VII.

Halaman
1234
Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved