Breaking News:

Pilkada Serengak

Sejumlah Bapaslon di Jatim Dikarantina Akibat Covid-19, KPU Pastikan Tahapan Pilkada Sesuai Jadwal

KPU Jatim memastikan tahapan pilkada serentak di Jatim tetap berjalan sesuai jadwal mesk sejumlah baka pasangan calon dikarantina karena covid-19

surya.co.id/ahmad zaimul haq/bobby kolloway
Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan (kanan) dan ilustrasi petugas medis menggunakan APD lengkap (kiri) 

SURYA.co.id, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memastikan tahapan pilkada berjalan sesuai jadwal sekalipun sejumlah bakal calon masih menjalani karantina akibat positif Covid-19.

Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan menyebut akan ada penyesuaian jadwal terhadap pasangan yang positif Covid-19.

"Prinsipnya, tak mengganggu tahapan secara umum," kata Insan Qoriawan ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (11/9/2020).

"Sedangkan untuk pasangan yang memang dinyatakan positif Covid-19 memang agak terhambat secara personal. Namun, sekali lagi, hal tersebut tak membatalkan pencalonan," katanya.

Sejumlah tahapan pencalonan terhambat di antaranya pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikologi. Seharusnya, pemeriksaan dilakukan selama sepekan mulai 4 September 2020 hingga 11 September 2020. 

Namun karena harus melaksanakan karantina, beberapa pasangan calon memang harus diperiksa di luar tangga tersebut. "KPU Kabupaten/Kota bisa membuat tahapan sendiri di luar PKPU 5 tahun 2020 tentang tahapan pilkada," kata Komisioner yang membawahi Divisi Teknis Penyelenggaraan ini.

"Tahapan tersendiri tersebut berlaku terhadap pasangan calon yang salah satu bakal pasangan calonnya terkonfirmasi positif. Tahapannya berbeda," kata Insan.

Misalnya, pada saat penetapan calon, 23 September mendatang. Apabila masih ada bakal calon yang belum menyelesaikan tahapan pencalonan, KPU tetap bisa menetapkan salah satu pasangan calon.

"Misalnya di tanggal tersebut masih harus mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan karena tertunda akibat karantina. Maka, penetapan pasangan calon bisa dilakukan dengan tidak bersamaan," katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Surabaya, Soeprayitno menjelaskan bahwa pihak KPU telah berkoordinasi dengan bapaslon yang dinyatakan positif covid-19 di Surabaya. "Kami rapat dengan RSUD dr Soetomo, calon tersebut harus isolasi mandiri hingga tanggal 17 September 2020," katanya.

"Apabila dinyatakan negatif, maka akan melakukan tes kesehatan psikologi dan jasmani pada 18-19 September 2020. Namun, apabila masih positif maka isolasi akan diperpanjang hingga 20 September 2020," katanya.

Apabila kedua paslon pada tanggal 22 September telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lolos maka akan bisa mengikuti proses berikutnya. Yakni, penetapan paslon pada 23 September.

Bawaslu Jawa Timur pun ikut memantau perkembangan tersebut. Meski terdapat bapaslon yang positif Covid-19, Ketua Bawaslu Jatim, M Amin optimistis tidak akan mengganggu tahapan selanjutnya.

“Misalnya di daerah ada tiga bapaslon saat mendaftar dan satu orang terindikasi positif, maka tahapan terus berjalan. Jika nanti misalnya sampai pada tahapan pengambilan nomor urut pasangan calon, maka bapaslon yang tidak hadir karena Covid-19 tetap mendapatkan nomor urut setelah dinyatakan negatif,” tambah Amin.

Untuk diketahui, ada tiga Bapaslon yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus melaksanakan karantina. Masing-masing di antaranya adalah bapaslon untuk pilkada Surabaya, Sidoarjo, dan Trenggalek.

Machfud Arifin Beber Status Kesehatannya, Minta Warga Tak Anggap Remeh Virus Corona

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved