Breaking News:

Virus Corona di Banyuwangi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Banyuwangi Terapkan WFH dan Batasi Operasional Pertokoan

Data kasus covid-19 di Banyuwangi per 11 September 2020 ada 974 kasus, 211 orang sembuh, 734 dalam perawatan dan 29 orang meninggal

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat rapat koordinasi penanggulangan Covid-19, Jumat (11/9/2020). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Menyikapi bertambahnya kasus positif Covid-19, Pemkab Banyuwangi mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengendalikan persebaran virus tersebut. Mulai pemberlakuan kerja dari rumah (work from home-WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pembatasan kembali jam operasional pertokoan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, penyebaran Covid-19 di Indonesia dan Banyuwangi saat ini terus mengalami kenaikan.
Data kasus positif daerah per 11 September 2020 menunjukkan angka 974 pasien, di mana 211 pasien di antaranya sudah sembuh. Dari keseluruhan jumlah kasus, mayoritas adalah pasien dari salah satu pondok pesantren.

“Tentu jumlah kenaikan ini mengejutkan kita semua, karena sebelumnya jumlah angka positif di Banyuwangi termasuk rendah di Jawa Timur. Tentu ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujar Anas saat memimpin rapat koordinasi Penanggulangan Covid-19, Jumat (11/9/2020).

Rakor virtual itu diikuti Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, Kajari Banyuwangi M. Rawi, perwakilan Lanal, serta seluruh OPD dan Camat se-Banyuwangi.

Untuk menekan laju penyebaran virus tersebut, lanjut Anas, pemkab mengeluarkan sejumlah kebijakan sebagai upaya mengendalikan persebaran virus Covid 19. Salah satunya memberlakukan WFH bagi ASN.

“Kebijakan ini kami ambil untuk menekan laju persebaran di cluster perkantoran,” ujar Anas.

Anas juga meminta agar setiap rapat atau pertemuan kantor dilakukan outdoor, di ruangan terbuka atau memiliki sirkulasi adara yang lancar.

"Kapasitas ruang dengan jumlah pegawai harus diperhatikan, buat shift kerja bila memungkinkan. Pemanfaatan teknologi juga dioptimalkan,” imbuh Anas.

Selain itu, pembatasan jam operasional bagi pertokoan juga diberlakukan kembali.

Pemberlakukan ini sebelumnya pernah dilakukan pada saat masa awal pandemi.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved