Breaking News:

Berita Malang

Hindari Sanksi Mendagri, Cabup Malang Pilih Tak Berkampanye

Sementara mengenai upaya meraih dukungan di Pilkada Malang, Sanusi senang dengan koalisi gemuk yang dimilikinya.

surya/erwin wicaksono
Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik alias SanDi, juga harus mematuhi larangan Mendagri soal tidak mengerahkan massa untuk meredam Covid-19. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pengumuman dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada 72 orang kepala daerah di Indonesia, karena melakukan pelanggaran protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada, disikapi positif pasangan Calon Bupati (Cabup) Malang, Muhammad Sanusi.

Sanusi yang akan berkampanye bersama calon wakilnya, Didik Gatot Subroto mengaku pihaknya tak ingin berkompromi dengan regulasi kampanye saat pandemi Covid-19.

Apapun aturannya, petahana Bupati Malang ini memilih menuruti segala konsekuensi. "Selama itu aturan ya harus kami ikuti. Tidak berkampanye pun tidak apa-apa," terang Sanusi ketika dikonfirmasi, Jumat (11/9/2020).

Sementara mengenai upaya meraih dukungan di Pilkada Malang, Sanusi senang dengan koalisi gemuk yang dimilikinya. Karena enam partai merupakan anggota koalisi Malang Makmur, menopang pasangan Sanusi-Didik (SanDi).

Sanusi mengungkapkan, saat ini keenam partai tersebut telah bergerak untuk kemenangan SanDi. "Timses di daerah masing-masing bergerak melalui PAC dan DPC partai koalisi," tutur Sanusi.

Sanusi menambahkan, tim kampanye telah bergerak di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Pergerakan tersebut guna mengkoordinasi penggalian dukungan. "Tim bergerak inisiatif. Mereka gerakannya alami secara mandiri," ungkap Sanusi.

Terakhir, Sanusi tetap optimis koalisi Malang Makmur dapat menggaet 60 persen suara. "Target perolehan suara 60 persen," ucap politisi PDIP ini.

Di sisi lain, Ketua Pemenangan Koalisi Malang Makmur, Hari Sasongko menegaskan jika pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan. Terutama saat melakukan pendaftaran ke KPU Kabupaten Malang.

Hari menegaskan bahwa bakal ada arak-arakan saat pendaftaran maupun kampanye. "Tidak ada arak-arakan. Karena kami mematuhi arahan Mendagri," tutur Hari. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved