Breaking News:

TRAVELING

5 Destinasi Wisata di Malang Cocok untuk Akhir Pekan, Ada Air Terjun hingga Wisata Sejarah

wisata air terjun Coban Jahe, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Parmin
surya.co.id/wiwit purwanto
Wisata air terjun Coban Jahe, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. 

“Masjid ini memang banyak didatangi orang untuk wisata reliji. Tetapi fungsinya tidak berubah, tetap untuk beribadah,” ucap Takmir Masjid Salman Al Farisi, Deden Ferry, Sabtu (9/5/2020).

Dia menjelaskan ada tim khusus yang ditugaskan untuk mendesain masjid saat dibangun. Meski, Deden mengaku tidak mengetahui apakah masjid seluas 1,600 meter persegi itu sengaja mirip Tajmahal atau tidak.

“Kalau sengaja mirip Tajmahal tidak tahu ya. Tapi saat pembangunan memang ada tim khusus desain,” katanya.

Apabila dilihat sekilas, Masjid Salman Al Farisi terlihat seperti situs Tajmahal. Bangunan masjid mulai dari tiang sampai kubah didominasi oleh warna putih. Tidak jarang, kata Deden, warga yang melintas mampir untuk menunaikan ibadah.

“Mudah-mudahan dengan keindahan dan keunikannya, bisa membuat orang datang untuk beribadah,” ucap Deden.

Deden menyebut Masjid Salman Al Farisi kini dikelola  dengan baik. Suasana sepi di sekitar masjid diharapkan dapat memberi ketenangan untuk masyarakat yang menjalankan ibadah.

4. Candi Ganter Peninggalan Kerajaan Singhasari

Satu lagi wisata pra sejarah salah satu peninggalan Kerajaan Singhasari Candi Ganter di Kabupaen Malang di resmikan.

Bupati Malang meresmikan Candi Ganter di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang menjadi destinasi pariwisata baru.

"Ini hanyalah seremonial peresmian saja, dan bukan untuk dibuka umum jadi belum dibuka sepenuhnya," kata Sanusi usai meresmikan Candi Ganter di Kantor Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (15/7/2020).

Candi Ganter diketahui baru saja ditemukan oleh masyarakat setempat. Candi itu diyakini sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Singhasari.

"Candi Ganter nantinya akan menjadi destinasi wisata Desa Tulungrejo dan dapat diakses untuk umum," ungkap Sanusi.

Sanusi menyerahkan langsung pengelolaan Candi Ganter kepada Pemerintah Desa Tulungrejo.

"Secara pengelolan nanti akan diserah pihak desa. Namun kami bantu untuk apa saja yang perlu dan dibutuhkan," beber Sanusi.

Sanusi meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Malang agar selalu merawat situs peninggalan sejarah di wilayahnya. Sanusi menyakini, Candi Ganter punya potensi untuk dikembangkan.

"Karena di Kabupaten Malang ini banyak situs peninggalan sejarah yang kurajg terawat, kami ingin Candi Ganter bisa dirawat dan dikembangkan jadi tempat wisata," jelas Sanusi.

5. Desa Wisata Boon Pring Tambah Koleksi Tanaman Bambu

Desa wisata yang berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu ingin menjadikan kawasan seluas 36,8 hektar hutan bambunya sebagai kawasan museum hidup dengan jenis bambu terbanyak.

"Kami sedang membuat etalase dengan memperkaya varietas bambu yang kita miliki. Sekarang di sini sudah ada 72 jenis. Rencananya kita akan memperkaya hingga 100 varietas bambu," kata Kepala Dusun Krajan, Djamaluddin.

Untuk bisa mencapai target ini, Desa Wisata Boon Pring dibantu oleh salah seorang peneliti dari LIPI.

Kini sedang diupayakan untuk membawa bibit bambu yang di Boon Pring belum ada untuk bisa ditanam di kawasan Desa Wisata Boon Pring ini.

Semangat melestrikan bambu sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.  Desa Sanankerto yang sudah berdiri sejak tahun 1910 itu sudah digalakkan penanaman bambu oleh para tetua desa.

Kemudian di tahun 2015 dibuatkan poktan bambu agar bisa melestarikan bambu yang menjadi potensi desa.

Tahun 2016 lalu warga desa Sanankerto bersama-sama melakukan gerakan penanaman bambu sebagai 1.000 bibit.

Kini sudah menjadi kawasan hutan bambu yang kaya akan verietas. Bahkan semua warga Desa Sanankerto mengira hanya ada 65 jenis verietas bambu di Desa Wisata Boon Pring. Namun setelah diteliti oleh LIPI, jenis yang ada mencapai 72 jenis.

"Saat ini, sambil  menunggu bibit varietas dari LIPI dikirim ke sini, kami menyusun format referensi tentang bambu. Mulai karekteristik, jenis hingga beda antar masing-masing jenis. Kami ingin nanti Boon Pring menjadi pusat refrensi bagi mereka yang ingin tahu lebih banyak tentang bambu," tegas Djamaluddin.

Hingga saat ini, kawasan Desa Wisata Boon Pring terus ramai dikunjungi wisatawan.

Per hari pengunjungnya mencapai 200 orang. Belum lagi saat weekend pengunjung yang datang berwisata mencapai 500 orang.

Dengan tiket masuk yang hanya Rp 10.000 dan permainan wahana seharga paling mahal Rp 25.000 Desa Wisata Boon Pring sudah bisa mandiri bahkan memberikan pemasukan besar untuk kas desa.

Dengan adanya Desa Wisata Boon Pring ini,  membuka lapangan kerja  bagi warga. Selain itu inovasi pembuatan handycraft dari bambu juga diberdayakan dari warga setempat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved