Breaking News:

Berita Surabaya

Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya Buka Suara Terkait Adanya Bacakada Jatim yang Terpapar Covid-19

Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya buka suara terkait adanya kabar bacakada di Jawa Timur yang dinyatakan positif covid-19

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi, Rabu (9/9/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi buka suara terkait adanya kabar bahwa Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) di Jawa Timur yang dinyatakan positif covid-19 setelah melalui tahapan tes swab dan tes kesehatan.

Ia membenarkan, bahwa kemarin memang ada enam kabupaten/kota yang bacakadanya melakukan tes kesehatan di RSUD dr Soetomo. Termasuk Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Seluruh hasil tes telah keluar dan oleh RSUD dr Soetomo sudah diserahkan pada KPU sebagai pihak yang meminta dilakukan tes.

"Artinya siapapun bisa kena covid-19. Dan covid-19 bukan suatu aib. Kabupaten/kota yang sampai saat ini masih merah adalah karena mobilitas penduduknya tinggi. Dan karena pembawanya adalah manusia," kata Joni, Rabu (9/9/2020).

Dalam rakor bersama Menkopolhukam secara virtual hari ini di Grahadi, bahkan dikatakan Joni, bahwa disebutkan bahwa se-Indonesia paslon yang terpapar covid-19 ada sebanyak 58 orang.

Hal itu menurut Joni menjadi bukti, bahwa covid-19 memang tidak memandang siapapun yang terpapar, kecuali ditentukan dari preventif yang dilakukan.

"Se-Indonesia yang terpapar ada 58 orang. Jumlah segitu itu banyak lho. Memang semua harus hati-hati. Perang belum selesai, covid-19 masih ada di sekitar kita," tegas Joni.

Lebih lanjut saat ditanya siapa saja bacakada di Jatim yang terpapar covid-19, Joni menolak untuk menyebutkan secara rinci. Bahkan ia juga tidak mau menyebutkan bacakada dari daerah mana yang positif terpapar covid-19.

Menurutnya hal tersebut adalah kode etik kedokteran, di mana dokter dilarang untuk membuka privasi terkait rekam medik pasiennya.

"Yang tes di RSUD dr Soetomo, hasilnya tes sudah kami serahkan ke KPU. Enam kabupaten kota yang tes, kami serahkan hasilnya sesuai dengan diskusi yang telah ditentukan sebelumnya. Hasilnya rahasia," kata Joni.

Sesuai aturan yang berlaku, yang positif covid-19 harus dilakukan isolasi. Kalau berat dan bergejala harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Jika tidak ada gejala bisa dilakukan isolasi mandiri. Setelah tunuh hari bisa dilakukan tes PCR ulang untuk melihat perkembangan.

"Tes PCR bisa diulang dalam waktu 24 jam untuk melihat apakah false positif atau benar positif. Makanya kalau positif di awal jangan lalu di-stigma karena belum tentu menularkan," tegasnya.

Meski begitu hingga saat ini KPU belum berkoordinasi dengan Joni sebagai Dirut RSUD DR Soetomo maupun Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dalam penyediaan ruang isolasi bagi paslon yang terpapar covid-19.

"Sampai saat ini belum ada permintaan penyediaan ruang isolasi khusus bagi paslon oleh KPU. Tapi manajemennya tentu sama dengan yang lain. Kalau tanpa gejala ya bisa isolasi mandiri, kalau ada gejala bisa di rawat di RS," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved