Breaking News:

Venue Belum Ditentukan, Manajemen Arema FC Berharap Bertemu Persebaya di Surabaya

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo berharap laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya digelar di kandang Persebaya Surabaya.

surabaya.tribunnews.com/dya ayu
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo 

SURYA.co.id | MALANG - Hingga kini venue untuk laga Persebaya Surabaya Vs Arema FC, Jumat (9/10/2020) mendatang masih belum ditentukan.

Bahkan dalam jadwal lanjutan Liga 1 2020 yang dirilis PT LIB beberapa hari lalu, tidak mencantumkan venue pertandingan untuk laga tensi tinggi itu. 

Terkait hal ini, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo memberikan usulan.

Menurut Ruddy Widodo sebaiknya venue ditempatkan di kandang tim tuan rumah, yakni Persebaya di Surabaya.

Bahkan Ruddy berharap agar pertandingan besar penuh rivalitas tidak digelar lagi di tempat netral seperti saat Semifinal Piala Gubernur Jawa Timur 2020 di Stadion Gelora Supriyadi, Kota Blitar, Selasa (18/2/2020) lalu.

"Alangkah baiknya lawan Persebaya ya mainnya di Surabaya karena Persebaya tuan rumahnya. Nanti putaran kedua saat Arema FC jadi tuan rumah ya mainnya di Kanjuruhan. Jadi jangan di tempat netral," kata Ruddy Widodo, Selasa (8/9/2020).

Bukan tanpa alasan Ruddy mengatakan hal demikian. Menurutnya laga di tempat netral justru bakal mengundang dua suporter kedua klub untuk datang bersamaan, meskipun sudah ada himbauan agar tidak datang.

"Saya yakin akan aman kalau digelar di kandang salah satu klub yang bertindak sebagai tuan rumah, meskipun tanpa penonton. Justru akan tidak aman kalau main di tempat netral, contoh paling real saat Piala Gubernur kemarin di Blitar. Lagipula kalau main di tempat netral pasti ujung-ujungnya menyusahkan aparat keamanan," ujarnya.

Ada dua opsi venue yang akan dipakai Persebaya Surabaya untuk home base, antara Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion PTIK Jakarta, karena Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya disiapkan untuk venue Piala Dunia U-20 2021. Namun dari sumber terpercaya, kemungkinan besar Bajul Ijo akan bermarkas di Sidoarjo.

"Kalau saya disuruh milih lawan Persebaya di PTIK atau Sidoarjo, saya milih Sidoarjo. Karena dekat, sehingga jarak tempuh tak perlu waktu lama dan juga dekat dengan Surabaya. Lagi-lagi berkaca dari Piala Gubernur, main ditempat netral itu tidak bagus. Kalau main ditempat netral itu dua kelompok suporter bisa datang dua duanya, tapi kalau main ditempat salah satu klub, saya yakin suporter tamu tidak akan datang. Mungkin secara personal datang, tapi tidak berkelompok," terang pria asal Madiun itu.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved