Berita Sampang
Tetap Tak Terbeli Saat Panen, Harga Tembakau di Sampang Makin Merosot
Disebutkan, musim ini harga tembakau jenis biasa dihargai hanya Rp 14.000 per KG dari harga standard Rp 30.000 per KG
SURYA.CO.ID, SAMPANG - Situasi perdagangan tembakau rakyat di Madura seperti lingkaran tak berujung. Saat masa panen seperti sekarang, ternyata para petani tembakau di Sampang tetap belum merasakan untung lantaran hasil panen mereka tidak semuanya dibeli gudang dari pabrik rokok di Madura.
Penyebab pabrik tidak menampung semua hasil panen itu, diduga adalah pandemi Covid-19. Tetapi fakta di lapangan, harga tembakau belakangan semakin merosot karena sejumlah pabrik tidak melakukan pembelian.
Kasi Bina Usaha Perdagangan dan Produksi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang, Adil mengatakan bahwa saat ini sebagian wilayah Sampang sudah memasuki musim panen tembakau.
Namun berdasarkan monitoring belakangan ini di lapangan, harga tembakau sudah sangat anjlok. Disebutkan, musim ini harga tembakau jenis biasa dihargai hanya Rp 14.000 per KG dari harga standar Rp 30.000 per KG.
"Untuk jenis tembakau yang kualitasnya lebih bagus yakni tembakau gunung, dihargai 32.000 per KG. Padahal harga standarnya sekitar Rp 50.000 per kG," kata Adil kepada TribunMadura.com, Selasa (8/9/2020).
Adapun penyebab harga tembakau menjadi murah. kata Adil, karena pada musim panen kali ini hanya ada satu pabrik yang membeli tembakau milik petani, yakni pabrik dari produsen Gudang Garam.
Sedangkan,di musim sebelumnya, malah sampai tiga pabrik yang membeli di antaranya Sampoerna, Bentoel, dan Clasmild. "Kami kurang tahu mengapa sejumlah gudang itu tidak membeli, apakah karena pandemi atau apa. Kami akan mencari informasi lagi ke lapangan," imbuhnya. (HANGGARA PRATAMA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lahan-tembakau-di-sampang.jpg)