Breaking News:

Berita Malang Raya

Bila Sudah Sembuh, Ular Piton Tarekot Malang yang Terluka Parah Tak Akan Dikembalikan ke Tarekot

Ular piton peliharaan Tarekot Malang terluka parah dan sedang menjalani perawatan. Bila sudah sembuh, ular itu tak akan dikembalikan ke Tarekot.

ist/reptil addict malang
Ular piton di Tarekot Malang saat mendapat penanganan dari dokter hewan. 

Laporan Wartawan Suryamalang, Rifky Edgar

SURYA.co.id | MALANG -  Kondisi ular piton peliharaan Tarekot Malang yang terluka dan berdarah-darah, berangsur-angsur membaik setelah mendapatkan perawatan di RS Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya (RSHP UB).

"Kondisinya sudah sedikit membaik. Lukanya sudah tidak busuk, ular sudah mulai ada ada tenaganya dan kondisinya sudah tidak mengalami dehidrasi," ucap Garvasilus Privantio Tegar Virgiawan Huler, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB, Selasa (8/9).

Sebelumnya, ular yang memiliki panjang sekitar empat meter dan berat 15 Kilogram tersebut harus dievakuasi karena memiliki luka yang cukup serius di bagian mulut.

Kondisi tersebut diketahui setelah ada salah seorang warga yang memposting hal tersebut ke media sosial.

Hal itu pun menjadi perhatian serius dari para pemerhati satwa di Kota Malang yang mengharuskan mereka untuk mengevakuasinya.

Meski ular tersebut sebenarnya dipelihara dan dirawat di Tarekot, yang merupakan tempat wisata yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Malang.

"Setelah kami evakuasi, ternyata ular piton ini mengalami luka parah pada bagian rahang bawah, juga mengalami fraktur pada rahang bawah sehingga kehilangan setengah rahang bawahnya,"

"Kemudian di kedua matanya juga mengalami abses (infeksi yang menyebabkan munculnya nanah), dan juga terjadi fraktur pada bagian rahang atas ular," ucapnya.

Ular piton tersebut kini sedang dirawat sendiri oleh pria yang akrab disapa Tio itu sesuai dengan arahan dari dokter.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved