Breaking News:

Berita Mojokerto

Operasi Tumpas Semeru 2020, Puluhan Pengedar Narkoba yang Sasar Pelajar di Mojokerto Dibekuk Polisi

Satresnarkoba Polres Mojokerto berhasil menangkap puluhan tersangka pengedar narkoba selama Operasi Tumpas Semeru 2020.

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
31 tersangka pengedar narkoba beserta barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi dipamerkan di Polres Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kepolisian Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mojokerto berhasil menangkap 31 tersangka pengedar narkoba selama Operasi Tumpas Semeru 2020.

Hasil Operasi Tumpas Semeru digelar pada 24 Agustus hingga 4 September 2020 yang dilaksanakan oleh Sat Resnarkoba dan 14 Polsek jajaran Polres Mojokerto ini dapat mengungkap 24 kasus narkotika.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander menjelaskan, ungkap kasus narkoba ini juga merupakan peran informasi masyarakat terkait upaya menumpas adanya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Mojokerto.

"Selama Operasi Tumpas Semeru 2020 berhasil ditangkap total 31 tersangka. Sedangkan, total barang bukti dari seluruh tersangka yaitu sabu-sabu seberat 44,69 gram, pil ekstasi 10 butir dan 1278 butir Pil Double L," ungkapnya di Mapolres Mojokerto, Senin (7/9/2020).

Dony mengatakan, dari 31 tersangka ini dapat dikategorikan bandar lantaran mereka sebatas peran serta yang sangat aktif dalam peredaran narkoba bahkan sasarannya juga di kalangan pelajar.

Pihak Kepolisian kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus peredaran narkoba tersebut, ada kemungkinan besar peredaran narkoba ini juga melibatkan sindikat narkoba antar kota di Jawa Timur.

"Dari 31 tersangka ini mereka mendapat pasokan narkoba dari tiga wilayah yaitu Kota Surabaya, Malang dan masuk peredarannya di daerah Kabupaten Mojokerto," bebernya.

Keterlibatan bandar narkoba dari 31 tersangka ini, kata Dony, sebagian besar mereka adalah bandar. Namun pihaknya masih belum dapat menyampaikan secara detail lantaran untuk kepentingan pengembangan penyelidikan lebih lanjut yang mengarah pada tersangka lain maupun pemasok utama narkoba tersebut.

"Modus peredaran narkoba dari 31 tersangka ini mayoritas memakai cara lama, sistem tempel (Ranjau, Red) dan dugaan peredaran narkoba juga menyasar kalangan pelajar," jelasnya.

Ditambahkannya, dari 14 polsek jajaran, yang paling banyak mengungkap kasus narkotika adalah di Polsek Gondang. Pihaknya, akan berusaha memberantas peredaran narkoba sampai ke akarnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved