Breaking News:

Berita Gresik

Dugaan Penyelewengan Penyaluran BPNT di Gresik, Kemensos Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

Pantauan penyaluran BPNT senilai Rp 200 ribu bagi masyarakat miskin di Gresik cukup rumit. Banyak "Makelar Komoditi" yang bermain di dalamnya.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
KPM saat mengambil BPNT dalam bentuk paketan di salah satu agen di Kecamatan Cerme, Gresik, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Gresik mendapat sorotan dari pemerintah pusat.

Bahkan, Kementerian Sosial (Kemensos) turun langsung melakukan penyelidikan dengan adanya dugaan penyelewengan BPNT di Gresik.

Pantauan di lapangan, penyaluran BPNT senilai Rp 200 ribu bagi masyarakat miskin ini cukup rumit. Banyak "Makelar komoditi" yang bermain di dalamnya.

Kemudian, penyaluran masih dalam bentuk paketan, terpusat di balai desa. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya bisa pasrah karena Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) digesek oleh agen, mereka hanya tanda tangan.

Yang paling parah, permainan makelar komoditi yang memesan beras seharga Rp 8.300 per kilo, kemudian diklaim sebagai "beras premium". Agar sesuai pedum (Pedoman Umum), beras tersebut dihargai Rp 10.000 per kilo.

Artinya, ada selisih margin Rp 1.700 yang masuk dalam kantong makelar tersebut per satu kilogramnya dari milik KPM.

Jika per kilogram suplier mengantongi Rp 1.700, sedangkan satu KPM mendapat jatah bantuan beras per bulannya 15 kg. Dari bantuan berasa, makelar suplier bisa meraup untung Rp 25.500. Selain beras, ada komoditi lain seperti telur, kacang dan buah.

Bayangkan berapa untung yang diraup makelar suplier jika jumlah total KPM di Gresik sebanyak 92.529.

Setiap satu bulan sekali bantuan disalurkan, setiap itu pula ada "Kebocoran".

Sedangkan KPM hanya menerima beras dengan harga di bawah harga beras premium. Belum lagi komoditi lain.

Dinas Sosial (Dinsos) Gresik maupun Koordinator Daerah (Korda) "tidak bertaring" menuntaskan persoalan yang menyangkut hak masyarakat kurang mampu ini selama berbulan-bulan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved