Pilwali Surabaya 2020

Pilwali Surabaya 2020, Ribuan Warga dan Relawan Jaga Jarak Berjajar Sambut Machfud Arifin

Ribuan relawan bersama warga dan simpatisan Machfud Arifin-Mujiaman akan memenuhi setiap jalan menuju KPU Kota Surabaya

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
nuraini faiq/suryamalang.com
Bus yang di-Branding khusus MAJU (Machfud Arifin-Mujiaman). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Ribuan relawan bersama warga dan simpatisan Machfud Arifin-Mujiaman akan memenuhi setiap jalan menuju KPU Kota Surabaya di Jalan Aditya Warman, siang ini. 

Mereka akan memberi dukungan kepada paslon wali kota dan wakil wali kota, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). Mereka menyambut keberangkatan calon wali kota itu saat mendaftar ke KPU usai salat asar.

Aksi yang dimotori Relawan Machfud Arifin Arek Suroboyo atau REMAAS itu sekaligus untuk menghindari kerumunan massa yang terlalu banyak di sekitar KPU. Mereka tak ingin dukungan yang diberikan untuk pasangan Machfud–Mujiaman malah melanggar protokol kesehatan.

Pembina relawan REMAAS drg David Adreasmito mengatakan, sedikitnya sudah ada 2.000 relawan yang siap menyambut keberangkatan Machfud–Mujiaman.

"Ini inisiatif mereka sendiri. Mereka ingin memberikan dukungan tanpa melanggar protokol kesehatan. Sebab bagaimana pun angka kasus Covid-19 di Surabaya masih tinggi,” kata David.

Para relawan itu sebelumnya juga membekali diri masing-masing dengan masker dan hand sanitizer.

Massa REMAAS akan terkonsentrasi di beberapa titik, di antaranya Jalan Basuki Rahmat (depan Tunjungan Plaza) hingga Gubernur Suryo (depan Grahadi).

Lalu, mereka ada lagi di sekitar Air Mancur di Jalan Pemuda.

Selanjutnya mereka ada juga di sekitar monumen Bambu Runcing di Jalan Panglima Sudirman.

“Lalu di sekitar gedung Intiland juga ada,” kata David.

REMAAS akan berbaris di sekitar Jalan Polisi Istimewa, depan monumen Perjuangan Polri.

“Mereka juga akan ada di dekat Taman Bungkul. Sebab, di sana paslon kan akan salat dan ziarah ke Sunan Bungkul,” jelas David.

Dari Bungkul, Machfud–Mujiaman akan melihat para relawannya menyambut di Jalan Darmo–Diponegoro hingga Ciliwung.

Di setiap titik itu, para relawan berbaris dengan formasi berjarak 2 meter sesuai protokol physical distancing yang ditetapkan WHO.

“Intinya kami tak akan membuat kerumunan yang itu melanggar protokol kesehatan. Kalaupun kita berkumpul, pasti memperhatikan physical distancing,” kata David.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved