Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Jembatan Joyoboyo, Risma Beri Deadline November Rampung

Pemkot Surabaya bakal mempercepat pembangunan Jembatan Joyoboyo, target November

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: irwan sy
Istimewa
Jembatan Joyoboyo yang akan menjadi ikon baru Surabaya ditarget tuntas Desember 2020. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya bakal mempercepat pembangunan Jembatan Joyoboyo. Targetnya, November mendatang jembatan di sisi selatan TIJ ini rampung.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sudah meninjau ke lokasi, Sabtu (5/9/2020) kemarin. Seharusnya, jembatan ini rampung pada Desember, namun Risma minta percepatan pengerjaan proyek tersebut.

"November (mendatang) harus selesai, jadi selain jembatan nanti juga bisa jadi tempat wisata," kata Risma.

Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai 60 persen.

Jika sudah rampung, Risma berharap warga sekitar bisa memanfaatkan hal itu dari sisi ekonomi warga, satu di antaranya, dengan berjualan souvenir.

Jembatan Joyoboyo didesain khusus.

Akan ada fasilitas tambahan di area jembatan tersebut.

Nantinya akan ada taman dan air mancur yang warna-warni.

Jembatan ini nantinya akan dibuat menjadi empat lajur dengan satu arah yang sama

Jembatan Joyoboyo akan memiliki panjang 150 meter dengan lebar 17 meter.

Sementara tinggi pilonnya sekitar 20 meter dan struktur jembatannya dari beton bertulang dan voided slab.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati, mengungkapkan tahap pengerjaan saat ini akan dilakukan pemasangan voided slab yang dipesan secara khusus untuk Jembatan Joyoboyo.

"Jumlahnya ada 17 item dipasang berjajar, pemasangan ini selama kurang lebih tiga hari,” kata Erna.

Menurut Erna, untuk bawah voided slab juga dipasang gentangan dengan panjang 24,6 meter.

Menurutnya, gentangan itu akan menjadi yang terpanjang se-Indonesia.

Sebab, dalam proses pembangunan jembatan tersebut harus memenuhi berbagai persyaratan.

Mengingat sungai yang dikelola pusat itu hanya diijinkan dua pilar di tengah.

"Syaratnya harus dipenuhi. Salah satunya tidak mau terlalu banyak pilar sehingga hanya mengijinkan dua pilar di tengah. Akhirnya ketemu lah gentangnya sampai 24,6 meter tadi. Kalau biasanya itu rata-rata 23,6 meter. Ini diusahakan agar rampung November," terang Erna yang juga Plt Kepala Bappeko ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved