Pilkada Gresik 2020

Partai Gelora akan All Out Menangkan Paslon Qosim-Alif di Pilkada Gresik 2020

Partai Gelora mendukung paslon Mohammad Qosim-Asluchul Alif untuk maju Pilkada Gresik 2020

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
willy abraham/suryamalang.com
Partai Gelora ikut mengantarkan paslon Qosim-Alif daftar Pilkada Gresik 2020 ke KPU Gresik, Minggu (6/9/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Partai Gelora tidak hanya sekadar mendukung paslon Mohammad Qosim-Asluchul Alif saja. Partai berwarna biru ini mengaku total mendukung pasangan dengan singkatan QA ini di Pilkada Gresik 2020.

Meski partai non-parlemen, Partai Gelora sendiri ikut mengantar paslon QA ke KPU Gresik. Meski tidak diperbolehkan masuk, mereka tetap berdiri menunggu hingga proses pendaftaran selesai di depan kantor KPU Gresik.

Ketua Partai Gelora Gresik, Nur Rofiq, mengaku sejalan dengan visi dan misi yang diusung QA. Program yang ditawarkan untuk lima tahun kedepan juga membuat pengurus partai di tingkat pusat menjatuhkan pilihan.

"Setelah hasil komunikasi kami laporkan ke DPW dan DPN. Akhirnya partai gelora bulat mendukung pasangan QA karena memiliki kesamaan visi, misi dan program terutama program pelayanan kepada masyarakat yang akan menjadi panglima seperti 1 Desa 1 Ambulance dan Betonisasi Jalan Kabupaten," papar Rofiq, Minggu (6/9/2020).

Pria kelahiran cerme ini mengaku bahwa meskipun partai gelora adalah parpol baru, tapi struktur dan kadernya dari daerah, kecamatan sampai ranting siap all out memenangkan pasangan Qosim-Alif.

"Partai kami lahir di tengah krisis saat muncul wabah covid-19, artinya pengurus dan kader Partai Gelora di 80 persen kecamatan dan lebih dari 50 persen desa sudah siap bergerak secara all out untuk memenangkan iQAe. Terbukti hari ini pengurus dari setiap kecamatan hadir dan terlihat begitu semangat," tambah Rofiq

Pilkada Gresik 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020.

Dikatakan Rofiq harus benar-benar menjadi ajang pesta demokrasi.

"Pilkada Gresik 2020 ini harus bisa kita jadikan sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan bukan menakutkan. Ajang kolaborasi bukan perpecahan, karena dari demokrasi harusnya selalu lahir ide-ide dan gagasan-gagasan untuk membawa kepada pemerintahan yang kuat dan rakyat yang sejahtera," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved