Kamis, 21 Mei 2026

Berita Magetan

Membuat Asbak Berbentuk Makam, Pemuda Magetan Buka Lapangan Kerja sekaligus Berdakwah

Dan ternyata peminatnya tembus luar pulau, dan ia bisa merekrut teman temannya ikut mengais rejeki berkah.

Tayang:
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Ega Candra Ermantia (24) pemuda kreatif asal Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan bersama empat temannya memproduksi asbak rokok motif kijing (makam) yang ternyata laris manis. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Kebiasaan berziarah ke makam waliyullah, malah memberi inspirasi Ega Candra Ermantia (24) anak warga Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Pemuda kreatif ini lantas mencoba membuat kerajinan asbak dengan motif kijing (makam).

Dengan produksi asbak bermotif kijing itu, Ega mengaku sebagai cara berdakwah. Dan ternyata peminatnya tembus luar pulau, dan ia bisa merekrut teman temannya ikut mengais rejeki berkah.

"Ide membuat asbak kayu dengan desain kijing ini timbul saat saya berziarah ke makam wali songo,"kata Ega kepada SURYA, Minggu (6/9)

Harapan Ega, dipilihnya asbak desain kijing, agar setiap manusia selalu ingat hidup itu tidak kekal, dan semua pasti kembali kepada-Nya.

"Kata orang Jawa, "Urip Kuwi Gowo Mati" (hidup itu membawa mati). Artinya, hidup itu bisa menemui ajal kapan pun dimana pun, hanya Allah SWT yang tahu," jelas Ega.

Menurut Ega, hasil karyanya yang dikerjakan bersama empat teman sebaya di kampungnya ini berbahan limbah kayu jati yang dibelinya dari pengusaha mebel di Magetan. Dan setiap asbak dijual mulai harga Rp 100.000 sampai Rp 150.000.

"Kalau harga tergantung besar kecilnya asbak. Tetapi rata-rata harga di kisaran Rp 100.000. Setiap hari kami berlima bisa menyelesaikan empat hingga lima asbak, sudah finishing, tinggal kirim," jelas Ega.

Sampai setahun lebih, tambah Ega, usahanya belum sekali pun mendapat bantuan pemerintah, baik stimulan dana maupun peralatan. Dari usaha yang kini omzetnya kisaran Rp 30 juta setiap bulan itu, ia menggunakan peralatan yang masih sederhana.

"Usaha kerajinan asbak ini kemungkinan salah satu yang tidak berdampak secara ekonomi di pandemi Covid-19 ini. Tetapi karena keterbatasan peralatan kerja, hasil yang diperoleh juga terbatas atau lambat,"katanya.

Dikatakan Ega, seandainya ada bantuan peralatan dari pemda ia paling tidak bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu. Kecuali itu, penambahan tenaga kerja pasti akan bertambah, paling tidak bisa merekrut teman kerja baru.

"Selain berdakwah lewat karya asbak kijing, kami juga bisa menambah teman kerja baru. Kita dapat pahala dobel, berkah dari niat kita mengingatkan orang lewat desain asbak kijing. Kedua, pahala mengajak teman bekerja, itu berkah," pungkas Ega. ***

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved