Breaking News:

Kilas Balik

Kesaksian Pelda KKO (Marinir) Kandou Sebelum Wafat di Banyuwangi, Angkat Jenazah Korban G-30-S/PKI

Sebelum wafat di Banyuwangi, berikut kesaksian Pelda KKO (Marinir) Evert Julius van Kandou soal pengangkatan jenazah para korban G30S/PKI.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Kolase DOKUMENTASI MARINIR TNI AL dan Tribun Jogja/ist
Pelda KKO Kandou terbaring di rumahnya (kiri), proses Pengangkat Jenazah Korban G30S/PKI di Lubang Buaya (kanan) 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Simak kesaksian Pelda KKO (Marinir) Purnawirawan Evert Julius van Kandou soal pengangkatan jenazah para korban G30S/PKI.

Diketahui, Pelda KKO Kandou meninggal dunia di Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat (4/9/2020).

Sebelum wafat, Pelda KKO Kandou sempat memberikan kesaksian soal proses pengangkatan jenazah para korban G30S/PKI.

Melansir dari SOSOK.id dalam artikel 'Kesaksian Personel KKO AL Pengangkat Jenazah Korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Bau Busuk Mayat Sampai Buat Tak Bisa Makan 2 Hari', Pelda KKO Kandou pernah diwawancari dan videonya diunggah di youtube MTA TV.

Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal TNI (Marinir) Suhartono (empat kiri) menjenguk pelaku sejarah pengangkat jenazah korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, Pembantu Letnan Dua KKO (Purnawirawan) Evert Julius van Kandou, di rumah pribadinya di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, pekan lalu.
Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal TNI (Marinir) Suhartono (empat kiri) menjenguk pelaku sejarah pengangkat jenazah korban G-30-S/PKI di Lubang Buaya, Pembantu Letnan Dua KKO (Purnawirawan) Evert Julius van Kandou, di rumah pribadinya di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, pekan lalu. (DOKUMENTASI MARINIR TNI AL)

Biodata Pelda KKO (Marinir) Kandou Pengangkat Jenazah Korban G-30-S/PKI yang Wafat di Banyuwangi

Dalam video tersebut, Pelda KKO Kandou mengaku mendapat perintah dari Mayjen Hartono untuk mengangkat jenazah korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Kompleks Halim.

Pelda KKO Kandou termasuk dari 12 orang yang jadi saksi hidup melihat kekejaman apa yang dilakukan PKI terhadap tujuh perwira TNI AD.

Saat itu 3 Oktober 1965 sore hari, seorang personel Kostrad bernama Kapten Sukendar mendatangi Pusat Kormar untuk menemui perwira dinas disana.

Tujuan Kapten Sukendar ialah meminta bantuan personel KKO AL untuk mengangkat jenazah para perwira TNI AD atas mandat dari Pangkostrad Mayjen Soeharto.

Lantas Sugimin dan Kandou bersama rekan-rekan naik truk menuju Lubang Buaya.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved