Berita Tulungagung
Belum Setahun, Gardu Pandang Pantai Gemah Tulungagung Sudah Rusak
Selain itu gardu pandang tersebut juga bisa dimanfaatkan wisatawan yang akan mengambil gambar dari ketinggian.
Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Karena kurangnya perawatan, bangunan gardu pandang yang berdiri di area wisata Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki tidak difungsikan.
Padahal rencana awal, gardu pandang ini dipakai untuk mengawasi para wisatawan yang bermain di pantai. Selain itu gardu pandang tersebut juga bisa dimanfaatkan wisatawan yang akan mengambil gambar dari ketinggian.
Menurut Ketua Pokdarwis Pantai Gemah, Rojikin, material kayu yang dipakai untuk pagar pembatas banyak yang lepas atau goyang. “Kayu-kayu yang dipakai pagar pembatas banyak yang lepas. Bahaya kalau ada yang bersandar, apalagi tempatnya tinggi,” terang Rojikin, Minggu (6/9/2020).
Gardu pandang ini setara dengan bangunan tiga lantai. Di tingkat dua dan tiga terdapat beranda melingkar yang bisa digunakan mengamati ke semua arah.
Namun di setiap tingkat ini tidak ada lantainya, sehingga bangunan ini lebih mirip menara. “Kami hanya menerima manfaat saja. Tidak tahu ini sumber dananya dari mana,” sambung Rojikin.
Bangunan gardu pandang ini diserahterimakan kontraktor ke Pokdarwis Gemah di akhir 2019. Gardu pandang ini hanya sebentar difungsikan oleh Pokdarwis.
Namun karena antusias wisatawan yang masuk sangat tinggi, gardu pandang ini akhirnya ditutup total. “Terlalu banyak wisatawan yang masuk, apalagi keamanannya kurang. Dari pada terjadi kecelakaan, kami tutup total,” tegas Rojikin.
Pengamatan di lokasi, gardu pandang ini kini menjadi sarang kelelawar saat malam hari. Dan kotoran karnivora terbang itu pun terlihat berserakan di lantai dasar. Tangga kayu yang menghubungkan antar tingkat juga terkesan kurang kokoh.
Rojikin mengaku bingung harus melapor ke mana agar gardu pandang ini diperbaiki. Sebab keberadaannya dianggap bisa menjadi bagian atraksi wisata.
Jika tidak boleh diakses wisatawan, gardu pandang ini berguna untuk tim penjaga pantai. “Semoga ada perbaikan supaya bisa difungsikan. Sayang kalau dibiarkan rusak nganggur,” pungkas Rojikin.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Bambang Ernawan mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan kerusakan menara pengawas itu. Ia juga belum tahu sumber dana pembangunan, karena ia masih baru menjabat.
“Sepertinya itu dari bagian peneambangan. Coba nanti akan saya cek,” ujarnya. ***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gardu-pandang-pantai-gemah-tulungagung.jpg)