Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Unesa Perkenalkan Robot KECE Generasi Kedua, Bantu Tugas Tenaga Medis di Rumah Sakit

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan robot KECE (Kreatif, Energik, Cakap, dan Elegan) generasi kedua di kampus Unesa Lidah Wetan, Surabaya.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Drone karya dosen dan mahasiswa diterbangkan di halaman belakang kampus (foto kiri) dan Rektor Unesa Prof. Dr Nurhasan bersama jajaran pimpinan melaunching robot KECE  generasi kedua, di Unesa Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Jumat (4/9/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan robot KECE (Kreatif, Energik, Cakap, dan Elegan) generasi kedua di lobi Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa Kampus Lidah Wetan, Jumat (4/9/2020).

Robot ini diyakini mampu membantu tugas-tugas tenaga medis di rumah sakit, seperti mengantarkan alat medis, makanan dan minuman pasien, dan sterilisasi ruangan.

Rektor Unesa, Prof. Dr Nurhasan bersama para wakil rektor, dekan dan jajaran pimpinan  melaunching robot KECE generasi kedua yang diakui telah dilengkapi berbagai fitur menarik dan teknologi canggih, sebagai penyempurnaan robot KECE generasi pertama.

Tak hanya berfungsi untuk mengantarkan alat medis, makanan, serta melakukan sterilisasi di ruangan pasien Covid-19, robot KECE dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi suhu tubuh pasien dan musik untuk terapi pasien.

"Robot-robot tersebut sudah memiliki kelebihan dibandingkan dengan robot generasi pertama yang sudah diserahkan ke Gubernur Jawa Timur," terang Rektor kepada SURYA.co.id, Jumat (4/9/2020).

Robot KECE generasi kedua ini nantinya akan dilaunching secara nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

"Hari ini baru soft launching, nanti akan ada grand launching yang akan diresmikan oleh mas menteri pendidikan," ungkap Nurhasan.

Sementara itu, pembina robot KECE Unesa, Agung Prijo Budijono S.T, M.T, menjelaskan, Robot Kece generasi kedua ini memiliki fitur komunikasi berbasis video yang dapat menunjang kinerja tenaga medis dari jarak jauh berbasis jaringan internet Wi-Fi.

Sehingga mengurangi resiko tenaga medis terpapar virus saat berinteraksi dengan pasien Covid-19.

"Fitur kamera yang sudah ada ini juga kami ganti dengan kamera yang memiliki resolusi lebih tinggi dan fitur Pan-tilt-zoom (PTZ), guna memantau kondisi pasien secara langsung. Terus untuk tambahan sensornya juga sudah menggunakan IoT dan akan dibuatkan database di server, sehingga masing-masing pasien memiliki datanya sendiri-sendiri," jelas dosen Fakultas Teknik ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved