Penyelenggara Terinspirasi Pesta Berhubungan Badan Gay di Thailand, Tersangka Peragakan 26 Adegan

Para penyelenggara pesta berhubungan badan pria penyuka sesama jenis di sebuah hotel di Kuningan, Jakarta mengaku terinspirasi dari Thailand.

Editor: Iksan Fauzi

Kemudian Desember 2019 di Semanggi, Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sekitar 50an orang dengan tiket masuk Rp. 200.000, pada Maret 2020 di Kuningan Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sekitar 40an orang dengan tiket masuk Rp. 200.000, lalu 28 Agustus 2020 di Kuningan Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 50 peserta dan tiket masuk Rp. 150 ribu sampai Rp 200 ribu atau Rp.350 ribu untuk yang datag berdua atau bertiga

"Penyelenggara yang dikordinatori TRF, terinspirasi dari acara pesta sex khusus homo di Thailand saat ia berada di Thailand," ujarnya.

"Untuk acara pesta seks di Kuningan, Jakarta Selatan ini, penyelenggara sudah menyiapkan sejak sebulan sebelumnya," kata Yusri.

Undangan katanya disebar di dua grup media sosial yakni grup WhatsApp dan Instagram dengan nama Hot Space Indonesia, juga melalui aplikasi GRINDR (aplikasi chating khusus gay), dan aplikasi Jack D (aplikasi chatting khusus gay).

"Untuk tarif masuk bagi para peserta antara Rp 150 ribu sampai Rp 200.000 perorangnya. Lalu untuk dua orang ada diskon yakni Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu," kata Yusri.

Pembayaran katanya dilakukan lewat transfer ke rekening penyelenggara.

Ia mengatakan dalam undangan pesta seks sesama jenis yang disebar, penyelenggara menetapkan nama acara adalah 'Kumpul-kumpul Pemuda Merayakan Kemerdekaan'.

"Lalu dalam undangan disebutkan, setiap peserta wajib menggunakan masker merah putih," ujar Yusri.

Hal itu kata Yusri dilakukan penyelenggara untuk mengkamuflasekan acara mereka agar tak dicurigai pengelola hotel atau petugas.

"Agar seakan-akan ini acara biasa dan bukan pesta seks," kata Yusri.

Dalam pesta seks itu katanya, digelar sejumlah permainan atau game yang semuanya berbau cabul.

"Setiap peserta atau undangan yang hadir akan diverifikasi ketat sebelum masuk ke dalam ruangan pesta. Syaratnya tidak boleh membawa senjata api dan senjata tajam serta tidak membawa narkoba," kata Yusri.

Selain itu kata dia, para peserta juga diidentifikasi apakah sebagai kaum gay yang berperan sebagai pria atau wanita atau keduanya.

"Untuk yang berperan sebagai pria disebut Top. Untuk peran wanita disebut bottom dan untuk yang bisa berperan keduanya adalah Vers," kata Yusri.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved