Penyelenggara Terinspirasi Pesta Berhubungan Badan Gay di Thailand, Tersangka Peragakan 26 Adegan

Para penyelenggara pesta berhubungan badan pria penyuka sesama jenis di sebuah hotel di Kuningan, Jakarta mengaku terinspirasi dari Thailand.

Editor: Iksan Fauzi

Selain itu kata Yusri, rekonstruksi dilakukan untuk mensinkronkan keterangan tersangka di BAP dengan fakta yang terjadi di lapangan.

"Jadi peran mereka masing-masing jelas dalam kasus ini dan dipastikan semuanya setelah direkonstruksi," kata Yusri.

Seperti diketahui Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek pesta seks sesama jenis dari sebuah ruangan di salah satu hotel dan apartemen di Jalan Setia Budi Utara Raya Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2020) dinihari pukul 00.30. Dari sana diamankan 56 orang pria penyuka sesama jenis.

Dari 56 orang itu, diketahui 9 orang sebagai penyelenggara dan 47 lainnya adalah peserta atau undangan. Kesembilan orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Sementara untuk 47 orang lainnya masih sebatas saksi dan tidak ditahan.

Kesembilan orang lelaki yang ditetapkan tersangka adalah Teuku Ramzy Farrazy (25) alias TRF, BA, NA, KG, SP, NM, RP, A dan HW.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan kesembilan tersangka memiliki peran masing-masing dimana ketua penyelenggaranya atau otak kasus ini adalah TRF.

"Peran TRF sebagai penyelenggara adalah sebagai penyewa kamar hotel untuk pesta seks, penerima transfer uang dari para peserta, dan menyediakan makanan atau snack untuk para peserta," katanya.

Lalu BA dan A, berperan sebagai seksi konsumsi, NA berperan sebagai bagian keamanan yang memeriksa peserta pada saat masuk agar tidak membawa senjata tajam atau narkoba.

Kemudian KG berperan menjaga barang barang yang dibawa oleh peserta, SP berperan menunggu buku registrasi untuk mencocokan atau memastikan peserta telah melakukan transfer tiket masuk ke rekening TRF.

Lalu NM, berperan menjemput peserta di lobby hotel untuk diarahkan ke Lantai 6 Room 608 Kuningan Suite, RP dan HW berperan menjemput peserta di lobby untuk diarahkan ke Lantai 6 Room 608 Kuningan Suite.

Yusri mengatakan kesembilan orang penyelenggara ini diketahui sudah enam kali menggelar aksi serupa sejak 2018 di beberapa hotel dan apartemen di Jakarta.

Penyelenggara katanya juga menetapkan tarif masuk ke para peserta atau undangan, yang semuanya anggota komunitas homo seksual di media sosial sejak 2018.

Enam kali penyelenggaran itu kata Yusri yakni pada Juni 2018 di Thamrin, Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sekitar 30an orang dan harga tiket masuk Rp.500 Ribu, lalu pada Desember 2018 di Jakarta Selatan dengan jumlah peserta sekitar 30an orang dengan harga tiket masuk Rp. 300.000, kemudian Agustus 2019 di Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sekitar 50an orang dengan tiket masuk Rp. 250.000.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved