Breaking News:

Ini 15 Tanda Cerdas, Termasuk Sering Kencing, Anda dan Anak Anda Masuk yang Mana?

Banyak tanda-tanda cerdas yang tidak disadari kebanyak orang. Bahkan pemilik kecerdasan seringkali tidak yakin dirinya memiliki kecerdasan itu.

SURYA.co.id/Sudharma Adi
Puluhan anak berusia 7-9 tahun dari Surabaya dan Sidoarjo yang ikut ambil bagian dalam lomba cerdas cermat 

SURYA.co.id I JAKARTA - Banyak tanda-tanda cerdas yang tidak disadari kebanyak orang. Bahkan pemilik kecerdasan seringkali tidak yakin dirinya memiliki kecerdasan itu.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah efek Dunning-Kruger. Fenomena ini menjelaskan bahwa ketika Anda tidak terlalu yakin terhadap kecerdasan diri sendiri, bisa jadi itu merupkan tanda bahwa Anda sebenarnya cukup cerdas dan bijaksana untuk menyadari keterbatasan yang dimiliki.

Ini 15 tanda yang umumnya menunjukkan kecerdasan, sebagaimana dikutip dari Business Insider.

1. Belajar alat musik

Beberapa penelitian menemukan bahwa musik bisa membantu pikiran anak-anak untuk berkembang. Sebuah studi tahun 2011, misalnya, menemukan bahwa skor kecerdasan verbal anak usia 4 hingga 6 tahun meningkat hanya setelah mereka belajar musik.

Contoh lain adalah penelitian tahun 2004 oleh Glenn Schellenberg yang menemukan bahwa IQ anak berusia 6 tahun yang belajar memainkan keyboar atau latihan vokal selama 9 bulan lebih berkembang dibanding anak lainnya.

2. Anak pertama
Sebuah penelitian menyebutkan, anak sulung biasanya lebih cerdas. Tapi hal ini bukan perkara genetik. Ahli epidemiologi asal Norwegia menggunakan catatan militer untuk mengamati urutan kelahiran, status kesehatan, dan skor IQ dari 250.000 tentara pria berusia 18 dan 19 tahun yang lahir antara tahun 1967 hingga 1976.

Hasilnya menunjukkan, rata-rata anak pertama memiliki IQ 103, dibanding anak kedua dengan skor 100, dan anak ketiga memiliki skor 99.

"Temuan ini merupakan salah satu studi penting yang diterbitkan pada Juni 2007. Anak sulung memiliki sedikit perbedaan skor IQ rata-rata dibanding anak kedua dan ketiga. Meski sedikit, perbedaan tersebut cukup signiifikan," laporan dari New York Times tahun 2007.

"Dan ini menunjukkan perbadaan bukan karena faktor biologis, tapi psikologi yang saling memengaruhi antara orangtua dan anak," imbuh laporan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved