Berita Surabaya
Donat dari Kulit dan Biji Durian Karya Mahasiswa Akademi Kuliner dan Patiseri Ottimmo Internasional
Mahasiswa Ottimmo International Surabaya Enrico Hidayat mengkreasikan donat dengan menggunakan tepung terbuat dari kulit dan biji durian.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Akademi Kuliner dan Patiseri Ottimmo Internasional Surabaya menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mahasiswa semester 4.
Ujian diisi kelas memasak di Classroom Kitchen Culinary Ottimmo Internasional Surabaya, Kamis (3/9/2020).
Sebanyak 60 mahasiswa Culinary Innovation & New Product Development itu tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan saat praktik memasak.
Mahasiswa satu-persatu bergantian mempresentasikan masakannya selama 30 menit di depan para dosen pembimbing.
Selain memasak, peserta juga membawa bahan mentah sebelum diolah, saat setengah jadi, dan produk jadi untuk dinilai oleh para penguji.
Dosen Pembimbing mata kuliah Culinary Innovation & New Product Development, Nurul Azizah Choiriyah, S.TP., M. Sc menjelaskan ujian ini mewajibkan mahasiswa membuat satu produk baru yang unik dan mempunyai nilai jual di pasaran.
"Di tahun ini salah satu mahasiswa kami membuat suatu produk yang unik yang mungkin belum ada, yaitu membuat donat dengan menggunakan tepung terbuat dari kulit serta biji durian," kata Nurul.
Banyak orang gemar memakan durian karena rasanya yang legit, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa kulit serta biji durian dapat diolah kembali menjadi bahan baku kue.
Di tangan Enrico Hidayat mahasiswa Ottimmo International, sesuatu yang terlihat tidak berguna dapat di olah kembali menjadi tepung yang dapat di jadikan bahan baku pembuatan donat.
Dalam proses pembuatan donat ini, Enrico memotong terlebih dahulu kulit durian kecil-kecil tipis sebelum dikeringkan dan haluskan hingga menjadi tepung.
Kedua, bijinya dicuci bersih dan rebus hingga empuk kemudian kulitnya diangkat menggunakan sendok. Setelah itu ditumbuk menjadi pasta dengan berbagai campuran seperti gula pasir, ragi, dan susu.
"Tepung terigu, pasta biji durian, campuran ragi, margarin, dan garam diuleni hingga halus. Hasil adonan tersebut masing-masing dibagi dengan takaran 35 gram dan diamkan selama 45 menit hingga mengembang dan terakhir digoreng hingga berwarna cokelat keemasan," ungkap Enrico.
Alasan tercetusnya ide ini, Enrico mengaku sangat suka memakan durian, namun merasa terganggu saat melihat hasil limbah yang dihasilkan saat selesai makan seperti biji dan kulit durian yang dibuang dengan jumlah yang banyak.
Padahal didalam kulit durian sendiri terdapat beberapa kandungan nutrisi per 100 gramnya adalah kadar air 51,5 gram, lemak 0,2 gram, protein 1,5 gram, karbohidrat 48,2 gram, serat 0,7 gram, kalsium 88 mg, fosfor 87 mg, zat besi 0,6 gram.
Sedangkan kandungan nutrisi per 100 gram pada biji durian adalah protein 8,82 persen, karbohidrat 52,5 persen, kandungan air 34,8 persen, serta lemak 0,44 persen.
"Tak banyak diketahui orang kalau biji dan kulit durian memberikan manfaat lebih untuk kesehatan, seperti membangun system kekebalan tubuh, mengatasi sembelit serta mengurangi sakit pada saat menstruasi, itulah mengapa saya ingin mengolah limbah tersebut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/donat-berbahan-kulit-serta-biji-buah-durian.jpg)