Jumat, 10 April 2026

Berita Bondowoso

Harga Jual Tembakau Anjlok, Petani di Bondowoso Menjerit

Para petani tembakau di Bondowoso menjerit karena persentase pembelian tembakau merosot 25 persen dibanding tahun sebelumnya.

surya/hanggara pratama
Ilustrasi tanaman tembakau 

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Para petani tembakau di Bondowoso menjerit karena persentase pembelian tembakau merosot 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Tak hanya itu, kini harga jual tembakau juga anjlok.

Ketua DPC APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Bondowoso, Mohammad Yasid mengatakan baru sebagian gudang saja yang melakukan penyerapan atau pembelian tembakau. Pasalnya, beberapa gudang masih banyak yang tutup di masa pandemi Covid-19.

"APTI menuntut beberapa pabrik atau gudang untuk segera malakukan pembelian. Karena di kalangan petani sudah masuk musim panen atau produksi," katanya, Rabu (2/9).

Selain itu, beberapa gudang mengembalikan tembakau hasil petani Bondowoso. Padahal kualitas tembakaunya serupa dengan tahun lalu.

"Perusahaan semakin selektif, penilaian kualitas makin ketat. Harga tembakau juga menurun. Hal ini mengkhawatirkan para petani," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dibanding tahun sebelumnya, harga tembakau tahun ini terbilang murah. Pada saat mengirim ke gudang, rata-rata harga tembakau perkilo dibanderol sekitar Rp 19.000 sampai Rp 22.000.

"Tahun kemarin, harga daun pertama bisa mencapai angka Rp 30.000. Di Bondowoso berbeda dengan kondisi beberapa daerah lain. Penjualan daun lumayan tinggi. Sebab, bagian bawah daunnya kering," jelasnya.

Yasid meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ini.

"Kami meminta berbagai pihak untuk duduk bersama sekaligus mencari solusi," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved