Breaking News:

Berita Probolinggo

Wali Kota Probolinggo Menutup Taman Maramis Setelah Jadi Tempat Mesum yang Viral di Media Sosial

Aksi mesum di taman Maramis, Probolinggo, jadi viral di media sosial. Sehingga, wali kota pun memilih untuk menutup sementara taman tersebut

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Tangkap layar video mesum di Taman Maramis, Probolinggo, yang jadi viral di media sosial. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Seorang pria dengan wanita tua terekam kamera tengah berbuat mesum di samping bangunan berwarna hijau area Taman Maramis, Probolinggo.

Dalam video berdurasi 29 detik itu memperlihatkan si pria yang sedang duduk di tanah memangku teman wanitanya dengan berhadapan.

Di akhir video, wanita itu berdiri dan menarik celana pendeknya.

Terdengar dalam video itu, si perekam menyebut aksi keduanya akan viral di media sosial.

Pernyataan itu belakangan menjadi benar. Setelah diunggah di media sosial, video itu menjadi bahan pembicaraan warga Probolinggo. Hingga akhirnya, informasi itu sampai ke telinga wali kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Wali kota memilih menutup sementara Taman Maramis.  

"Pagi atau siang kemarin beredar, maghrib langsung kami tutup sementara sesuai petunjuk Wali Kota," kata Kepala Satpol PP Probolinggo, Agus Efendi, saat dihubungi, Selasa (1/9/2020).

Bahkan kata Agus, saat ini Petugas Satpol juga tengah berjaga secara giliran di lokasi taman.

"Jadi kami juga kerahkan Satpol PP jadi sementara masyarakat tidak bisa beraktivitas di area taman," ucapnya.

Agus menyebut, Pemkot Probolinggo pun melakukan evaluasi agar hal tersebut tidak kembali terjadi.

"Ini nanti kami rapatkan dengan Satpol PP camat, lurah setempat, DLH pemilik taman, Diskominfo untuk menciptakan sistem keamanan terbaru contohnya mendukung CCTV online yang nantinya bisa mengwsi kawasan itu dan DLH menambah lampu taman agar tidak gelap kalau malam hari," ungkapnya.

Agus meminta, bila taman Maramis kembali dibuka, warga diminta untuk membantu menjaga keamanannya. 

"Ini kalau ditutup kan banyak pedagang yang biasanya dagang di sekitar taman jadi gak bisa jualan. Apalagi tidak ada instruksi penutupan sampai kapan. Jadi jadikan ini pelajaran, kalau dibuka lagi ayo jaga bersama. Kalau pengunjung lain menjumpai ada yang berbuat senonoh bisa dilaporkan ke call center 112 bebas pulsa," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved