Lifestyle
Serunya Mampir di Warkop Hidroponik: Rebus Mie, Sawi Segar Tinggal Petik
Edukatif dan visioner Warkop di Wedoro Belahan, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Edukatif dan visioner Warkop di Wedoro Belahan, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini. Bisa jadi ini adalah Warkop tempat nongkrong pertama dan satu-satunya di Surabaya dan sekitarnya yang terintegrasi dengan budidaya hidroponik.
Tidak saja bikin pandangan adem dan sejuk, tapi juga mengedukasi warga untuk menekuni urban Farming. Dengan memanfaatkan pot bekas atau paralon yang tidak dipakai bisa dijadikan media tanam aneka sayuran.
Suasana terik Selasa (1/9/2020) siang kemarin di Warkop Kodok, Wedoro, Waru, bikin pandangan mata menjadi ikut silau dan panas. Namun terik panas ini terkurangi karena sebidang hamparan hijau hadir di tengah-tengah Warkop.
Sejumlah media tanam dihadirkan di antara deretan kursi dan meja Warkop. Sayur kangkung menghijau di sebidang media berukuran 1,5 meter x 1 meter itu. Selain langsung ada juga sawi.
"Sejuk dan menyenangkan lihat hidroponik di tengah-tengah Warkop. Saya langsung pesen mie rebus karena sawinya diambilkan dari hidroponik langsung," ungkap Waluyo, pengunjung Warkop Kodok.
Waluyo selalu menyertakan sayuran dalam setiap bikin mie rebus. Tidak mie doang. Sayuran bisa Menambah nutrisi dan menyehatkan. Apalagi sayuran segar bisa mebambah imun di tengah pandemi.
Warkop Kodok hadir dengan gaya hidup sehat di tengah pandemi. Inilah hasil kolaborasi Gudep 01.007 - 01.008 Pangkalan SDN Kapasari VIII Surabaya dengan Warkop.
Gudep ini tengah sukses mengembangkan budidaya hidroponik di sekolahnya.
Kepala SDN Kapasari VIII yang Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Rini Winarsih menyampaikan bahwa sudah banyak warga mulai menekuni hidroponik di masa pandemi corona.
"Ayo Warkop-Warkop juga bisa mengadopsi hidroponik. Tidak mahal dan tidak perlu lahan. Cukup media satu meteran begini sudah bisa. Saya pilih Warkop Kodok sebagai binaan kami," kata Rini.
Kesan sejuk dan hijau menggoda pengunjung untuk mampir. Seperti pada Selasa siang tadi, pengunjung banyak tergoda mampir karena Hidroponik.
"Banyak yang tanya bagaimana mengembangkan hidroponik. Akhirnya bakul kopi mengedukasi warga," kata Bu Edi, pemilik Warkop Kodok.
Inilah terobosan Kelompok Pramuka SDN Kapasari VIII. Kelompok Kgerakan Pramuka ini seabelumnya juga menggandeng warga untuk pengembangubg an hidroponik.
Animo tinggi apalagi banyak warga yang harus berada di rumah karena pandemi covid-19.
Akhirnya urban Farming hidroponik menjadi aktivitas yang nikmat. Butuh sayur tidak lagi beli. Cukup petik sendiri.
"Seperti di Warkop yang memetik seperlunya untuk melayani pembeli mie rebus," kata Rini.
Kak Tyas, Penangung Jawab lomba Pramuka Patriot mengakui bahwa sinergi Gudep 01.007-01.008 dengan warga akan terus dilakukan terus berkelanjutan.
Tidak saja mengedukasi warga, juga melakukan kegiatan urban farming yang bernilai tambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/warkop-kodok.jpg)