Raja Salman Pecat Komandan Pasukan Elit Arab Saudi, Diduga Terima Suap
Raja Salman memecat komandan pasukan elit Arab Saudi, Pangeran Fahad bin Turki dan putranya Abdulaziz bin Fahad, yang menjabat Wakil Emir Al Jouf
SURYA.co.id I RIYADH - Raja Salman memecat komandan pasukan elit Arab Saudi, yaitu Pangeran Fahad bin Turki dan putranya Abdulaziz bin Fahad, yang menjabat sebagai Wakil Emir Al Jouf.
Laporan dari media Arab Saudi, menyebutkan keduanya masuk ke dalam penyelidikan korupsi.
Merujuk kepada dekrit Raja Salman, sejumlah pejabat dari kementerian pertahanan juga diselidiki karena melakukan perbuatan rasuah.
Pangeran Fahad disebut merupakan komandan koalisi militer yang dipimpin Saudi untuk menyerang kelompok pemberontak Yaman, Houthi.
Dia digantikan oleh Mutlaq bin Salim yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala staf atas rekomendasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Penulis sekaligus analis Saudi Ali Shihabi mengatakan, pemecatan terhadap Pangeran Fahad dan Abdulaziz adalah keseriusan Riyadh dalam menangani korupsi.
Kabar yang menimpa komandan top tersebut merupakan babak terbaru negara kaya minyak itu berusha membersihkan jajarannya dari rasuah.
Dilansir AFP Selasa (1/9/2020), Pangeran Fahad merupakan satu dari sekian banyak pejabat yang ditendang atas dugaan penyuapan di sektor pariwisata.
Pada Maret, Human Rights Watch mengaku khawatir atas kabar penangkapan 298 ofisial Saudi, di mana mereka berpotensi mendapat ketidakadilan.
Mereka didakwa menerima suap dan penggelapan senilai 379 juta riyal, sekitar Rp 1,4 triliun, menurut badan anti- korupsi Saudi.
Lembaga pengawas tersebut menyatakan, penangkapan itu terjadi setelah mereka menginvestigasi 674 pegawai negara, tanpa menyebutkan pelaku.
Pada 2017, sebuah kampanye anti-korupsi dilancarkan dengan ratusan pangeran, menteri, dan pengusaha ditahan di hotel mewah Ritz-Calrlton.
Kebanyakan mereka ditahan lebih dari tiga pekan, dan dibebaskan setelah mereka menyetujui untuk membayar sejumlah harta. Operasi tersebut dipimpin oleh Putra Mahkota MBS, julukan Mohammed bin Salman, dan dipandang sebagai upaya mengukuhkan kekuasaannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/raja-salman-dan-kabah.jpg)