Berita Surabaya
Walikota Motivasi Ratusan Anak Penghuni Rusun, Risma: Bila Diajak Main Game Bilang Aku Mau Belajar
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun langsung ke lingkungan Rusun Penjaringan Sari, Rungkut, Senin (31/8/2020).
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turun langsung ke lingkungan Rusun Penjaringan Sari, Senin (31/8/2020).
Risma membangkitkan semangat ratusan anak usia sekolah di lingkungan rusun untuk berani menolak ajakan main game online.
Risma juga mengajak anak-anak untuk menjauhkan dari tontonan tidak senonoh dan film porno.
"Saya yakin anak-anak saya semua bisa. Ayo ikuti saya dan berjanji menjadi anak yang sukses," kata Risma saat mengumpulkan sekitar 150 anak di Taman Kunang Kunang, Senin (31/8/2020).
Era digital membawa dampak serius pada pembentukan karakter dan perilaku anak.
Banyak anak ketagihan main game online dan bahkan sering membuka film dewasa.
Risma terpanggil untuk menghentikan kebiasaan itu.
Selain anak-anak, dihadirkan pula para orangtua anak yang tinggal si Rusun Penjaringan Sari.
Risma memberi pengarahan kepada orang tua dan anak mereka. Ajakan untuk berbakti pada orang tua terus dibangkitkan wali kota yang habis masa jabatannya tahun ini.
“Ayo kita buktikan bahwa arek-arek Penjaringan Sari arek yang luar biasa. Ikuti Ibu, Aku arek Penjaringan Sari berjanji akan berbakti kepada orang tua. Aku Harus berhasil dan sukses demi membahagiakan orang tua ku, bangsa dan negaraku,” kata Risma yang diikuti anak-anak.
Anak Rusun itu sangat antusias. Mereka juga meresapi apa yang disampaikan wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.
Apalagi mereka diminta mengingat pengorbanan orang tua mereka.
Betapa kerja keras penuh pengorbanan sang ibu. Mulai hamil, menyusui, bangun tengah malam karena saat kecil anak-anak terbangun minta susu. Sang Ibu bangun demi kalian.
Bahkan ketika sudah sekolah, orang tua harus pinjam kemana-mana supaya kalian bisa beli buku, beli seragam sekolah.
"Apakah kalian pernah membayangkan itu anak-anakku?" Kata Risma.
Orang tua menghendaki agak anak-anak menjadi anak berhasil. Risma mendoakan agar kelak di antara anak ada yang bisa menjadi menteri. Keluarga akan terangkat dari rumah susun ini.
"Kalau kalian bisa berhasil dan sukses, kalian bisa beli mobil dan rumah besar. Ayo keinginan kalian harus kuat,” tegasnya.
Wali Kota Risma pun berbagi tips agar berhasil. Menurutnya, saat ini anak-anak adalah pelajar, sehingga tugasnya adalah belajar dan terus berdoa kepada Tuhan supaya kalian bisa berhasil.
"Yang paling penting juga, jangan gampang goyah ketika dipengaruhi oleh teman-temanmu. Jadi, ketika ada temanmu mengajak main game, bilang aja aku mau belajar, ketika ada yang mengajak nonton film yang gak baik, maaf aku belajar dulu. Jika terus konsisten seperti itu, maka yakinlah Tuhan akan memberikan keberhasilan untuk kalian semuanya,” imbuhnya.
Harus disiplin dan pintar mengatur waktu. Jadi, ketika ada yang pintar belajarnya 3-4 jam, maka trik Wali Kota Risma dulu adalah belajar lebih dari itu.
“Itulah yang dilakukan ibu pada saat itu, dan Alhamdulillah ibu bisa juara kelas dulu. Jadi, sebenarnya tidak ada orang yang bodoh dan pintar, yang ada hanyalah orang yang malas dan rajin,” tandasnya.
Risma menitipkan anak-anak itu kepada para orang tuanya, terutama ibu-ibunya yang saat itu juga hadir dalam pengarahan itu.
Ibu-ibu mereka diminta untuk terus memantau perkembangan anak-anaknya, karena godaannya saat ini cukup besar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti mengatakan acara ini pengarahan dan penguatan langsung dari Wali Kota Risma kepada anak-anak Rusun Penjaringan Sari.
Diharapkan mereka tidak lagi terjerumus dan tidak tergoda kepada hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama tidak membuka situs-situs terlarang.
“Tadi dihadiri oleh 150 anak dan ada juga orang tuanya yang ikut. Ini upaya dari Bu Wali untuk memberikan penguatan kepada anak-anak,” kata Antiek.
Dia mengaku akan meminta Diskominfo Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo.
Tujuannya tentu untuk memblokir akses situs-situs terlarang, sehingga anak-anak ini tidak bisa lagi membuka situs tersebut.