Breaking News:

Pertamina

Transaksi Nontunai di SPBU Surabaya pada Agustus Naik 2,5 Lipat Dibanding Juni 2020

Program SPBU PSBB (Pemberlakuan SPBU Ber-NonTunai Bersama) dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Manager (MOR) V untuk 95 SPBU.

Foto: Pertamina MOR V
Transaksi nontunai di SPBU Pertamina sebagai salah satu upaya menekan penyebaran Covid 19 di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program SPBU PSBB (Pemberlakuan SPBU Ber-NonTunai Bersama) dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Manager (MOR) V untuk 95 SPBU yang berada di wilayah Surabaya, mendapat respon yang positif.

Hal itu terlihat dari jumlah transaksi yang terus meningkat.

Rustam Aji, Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus, mengatakan sebelum program SPBU PSBB dijalankan, transaksi non-tunai di Kota Surabaya rata-rata di bulan Juni 2020 hanya sekitar 3.500 transaksi per hari.

"Setelah dilaksanakan program PSBB, pada awal Juli hingga akhir Agustus, Pertamina mencatat rata-rata transaksi harian sebanyak 8.700 transaksi non-tunai per hari, atau naik menjadi 2.5 kali lipat," jelas Rustam Aji, Senin (31/8/2020).

Di Surabaya, Pertamina mencatat kenaikan sebesar 138 persen dari bulan Juni 2020 sampai dengan Agustus 2020, untuk rata-rata penggunaan transaksi non-tunai di Surabaya.

Hal itu membuktikan bahwa dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, masyarakat semakin sadar bagaimana cara terbaik untuk meminimalisir pencegahan Covid 19, khususnya dalam penggunaan transaksi tunai yang menjadi salah satu moda penyebaran Covid 19.

Program ini dilaksanakan sebagai salah satu dukungan terhadap regulasi adaptasi kebiasaan baru, seperti Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Surabaya, yang menyebutkan agar mengutamakan pembayaran dengan cara non-tunai.

Selain itu, Pertamina juga mendukung program Bank Indonesia dalam menggalakkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNTT) yang mendorong agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai.

Seperti diketahui, penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai baik kertas ataupun logam sebaiknya terus dikurangi penggunaannya dalam masa Pandemi Covid-19.

Dikarenakan virus penyebab Covid-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai.

"Karena pembayaran secara non-tunai atau biasa disebut cashless terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman, dan efisien,” tambah Rustam.

Tidak hanya peningkatan transaksi cashless di SPBU Surabaya. Di Kota Surabaya, Pertamina mencatat adanya kenaikan konsumsi BBM seperti Pertalite yang meningkat 2 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 20.500 KL menjadi 20.900 KL pada bulan Agustus.

Pertamax meningkat 1 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 5.900 KL menjadi 5.980 KL pada bulan Agutus.

Pada bahan bakar Diesel, Pertamina mencatat kenaikan konsumsi pada Dexlite sebesar 9 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 470 KL menjadi 517 KL pada bulan Agustus dan Pertamina Dex yang meningkat 5 persen dari total konsumsi pada bulan Juli sebesar 608 KL menjadi 637 KL pada bulan Agustus.

Dengan meningkatnya transaksi cashless ini, Pertamina berharap dapat memberikan kemudahan akan bertransaksi di SPBU bagi para pelanggan setia dari produk Pertamina.

“Dengan semakin meningkatnya utilisasi penggunaan transaksi cashless, masyarakat dapat proaktif dalam memutus rantai penyebaran Covid 19, selain itu Pertamina juga tetap menekankan kepada seluruh SPBU untuk menjalankan protokol kesehatan yang berada di SPBU, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri, Faceshield, dan melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk seluruh karyawan yang berada di SPBU”, tandas Rustam.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved