Jumat, 12 Juni 2026

Terdampak Pandemi, Sekolah Sepakbola Aji Santoso Juga Terapkan Pembelajaran Daring

Pelatih Aji Santoso menyebut pandemi membuat Asifa, sekolah berbasis sepak bola yang dikelolanya harus menerapkan pola mengajar via daring.

Tayang:
Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Eben Haezer Panca
surya.co.id/taufiqur rohman
Pemain ASIFA saat berlatih tanding melawan PSG Gresik, Rabu (12/2/2020) silam di Gelora Joko Samudro Gresik. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto.

SURYA.co.id | SURABAYA - Imbas pandemi, Pemerintah sampai saat ini belum memberikan lampu hijau untuk melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Tak hanya sekolah reguler, sekolah olahraga pun mengalami hal serupa. 

Sebagai contoh, Pelatih Aji Santoso menyebut dampak pandemi membuat sekolah berbasis sepak bola yang dikelolanya harus menerapkan pola mengajar via daring.

Pelatih yang kini menangani klub Persebaya Surabaya itu memang sekaligus owner dari Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) di Kota Malang.

"Kami masih ikuti pemerintah belum ada tatap muka dalam proses belajar. Tapi kalau untuk sepakbola masih," kata Aji Santoso, Senin (31/8/2020).

Namun, selama empat bulan terakhir sudah tidak ada lagi proses belajar tatap muka. Tapi perlahan murid ASIFA mulai kembali berdatangan untuk beraktivitas.

Sebagi bentuk antisipasinya, Aji mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah protokol kesehatan dalam segala macan aktivitas di lingkungan ASIFA.

"Sudah ada yang kembali dan alhamulillah dalam kondisi sehat. Mereka juga sudah melakukan karantina mandiri," sambung pelatih asal Malang itu.

Bertepatan pada 31 Agustus 2020, ASIFA merayakan tujuh tahun berdirinya. Menurut Aji, ada banyak tantangan dalam membesarkan ASIFA hingga sampai saat ini.

"Tidak mudah, ada banyak yang harus kita tangani mulai kita berdiri urus izin, lahan dan lainnya sampai sekarang sudah tujuh tahun," sambungnya.

Akan tetapi, dia puas karena ada banyak alumni ASIFA bisa berkontribusi untuk Timnas Indonesia hingga ikut meramaikan kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air.

"Sakarang pemain kelahiran 98 dan 99 banyak jadi profesional seperti Saddil Ramdhani (Bhayangkara FC), Rafli (Arema FC) dan Timnas U-19 ada Bayu Fiqri," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved