Berita Pasuruan
Sekali Muncul di Medsos, DAM Licin Pasuruan Dibanjiri Wisatawan
Air bisa terdengar menderu mengaliri bebatuan yang bermunculan, dan membentuk sejumlah air terjun kecil yang menarik.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, PASURUAN - Promosi sebuah tempat berlibur yang sederhana, bisa menjadi luar biasa berkat unggahan di media sosial (medsos). Seperti yang terjadi pada DAM Licin Sungai Dhompo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan yang dengan cepat menjadi jujukan para wisatawan dari berbagai kota.
DAM di desa setempat itu sebenarnya hanya aliran air berjeram deras yang debit airnya bisa surut saat musim kemarau. Namun begitu muncul di medsos beberapa waktu lalu, DAM Licin cepat menjadi viral apalagi ditampilkan kecantikan pemandangannya.
Air terjun ini muncul dan lebih menarik justru saat musim kemarau atau saat debit air rendah. Air bisa terdengar menderu mengaliri bebatuan yang bermunculan, dan membentuk sejumlah air terjun kecil yang menarik.
Tidak hanya seperti air terjun, ternyata air juga memenuhi cekungan batu-batu yang akhirnya membentuk panorama alam yang luar biasa.
"Setiap musim kemarau muncul banyak air terjun kecil. Banyak yang datang untuk melihat dan berfoto. Jadi, kami coba manfaatkan sebagai destinasi wisata," kata Kades Dhompo, M Salim, Senin (32/8/2020).
Salim mengakui, ia awalnya bersama Karang Taruna tidak yakin DAM Licin bisa menarik pengunjung. Namun setelah diresmikan, pengunjung tambah banyak setiap harinya.
"Kami setiap hari terus melakukan perbaikan dan membersihkan lingkungan sekitar, dan Alhamdulillah sekarang sudah bersih dan nyaman untuk tempat liburan," terangnya.
Salim mengatakan, pihaknya tidak menarik biaya maruk untuk pengunjung kecuali hanya menarik retribusi untuk parkir. "Alhamdulillah sudah ramai. Kemarin sempat membludak, sehari bisa 500 pengunjung. Mereka bisa selfie dan menikmati air di sini," paparnya.
Adanya destinasi wisata sederhana itu juga membuka peluang masyarakat setempat untuk mendapatkan keuntungan. Artinya bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di era new normal.
"Kami tetap mengimbau wisatawan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Tidak berdekatan, jaga jarak dan tetap pakai masker," pungkasnya. ***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dstinasi-wisata-pasuruan.jpg)