Breaking News:

Berita Malang

Sampah dari Wisatawan Ancam Kelestarian Penyu di Malang

Kerusakan lingkungan akibat ulah manusia itu akan mematahkan anggapan bahwa penyu adalah satwa berusia panjang hingga ratusan tahun

surya/erwin wicaksono
Ribuan anak penyu alias tukik dilepas di Pantai Bajulmati, Gedangan, Kabupaten Malang. Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) melepasnya ke lautan lepas, Kamis (27/8/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai di Kabupaten Malang juga ada yang jorok alias kurang sadar kebersihan. Dan kebiasaan buruk itu mengancam kelestarian penyu, yang kebanyakan mati dengan ada plastik di dalam perutnya.

Temuan penyu-penyu yang mati karena memakan sampah plastik itu, diungkap Ketua Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Saturi ketika ditemui di Pantai Bajulmati, Senin (31/8/2020).

Kerusakan lingkungan akibat ulah manusia itu akan mematahkan anggapan bahwa penyu adalah satwa berusia panjang hingga ratusan tahun.Tetapi sekarang penyu terancam punah akibat sampah plastik di laut. "Setap tahun ada saja penyu mati akibat memakan plastik," kata Saturi.

Pernyataan Saturi didasarkan temuannya ketika membedah perut penyu yang mati di Pantai Bajulmati. Setelah dibedah, penyu tersebut dimakamkan di salah satu area Pantai Bajulmati. "Sebelum dikubur dibedah. Untuk mengeluarkan sampah-sampahnya," ujar Saturi.

Saturi memperingatkan wisatawan di Pantai Bajulmati agar tidak bertindak ceroboh. Ia meminta wisatawan sadar bahaya sampah plastik. Karena dengan membuang sampah di pantai, sama saja berpeluang membunuh penyu.

"Jangan membuang sampah plastik sembarangan. Buanglah pada tempat sampah. Kita terus edukasikan ini," beber Saturi.

Selain sampah plastik, Saturi meminta wisatawan tak membuat api unggun di sembarang tempat. Karena dikhawatirkan ada telur penyu di dalam pasir. "Kami saat ini berupaya untuk selalu melakukan edukasi agar masyarakat memahami," jelas Saturi.

Sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang menilai pelestarian penyu penting dilakukan. "Sudah lama melakukan itu. Sekarang sedang dieksplorasi lagi (pelestarian penyu)," ungkap Kepala Disbudpar, Made Arya Wedhantara.

Made sepakat bahwa pelestarian penyu juga diyakini berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Malang. "Karena masih pandemi, ya belum bisa datangkan wisatawan ramai-ramai. Mungkin tahun depan bisa diramaikan lagi," beber Made.

Made memuji langkah BSTC dalam pelestarian penyu di Pantai Bajulmati. Tetapi ia menyoroti kebersihan pantai saat ini. Akibat Covid-19 pantai sempat ditutup, sehingga perlu dilakukan pembersihan pantai. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved