Breaking News:

Beriat Malang Raya

Mantan Pegawai Universitas Brawijaya Kibuli Kontraktor Hingga Rugi Rp 234 Juta

Seorang kontraktor asal Surabaya menjadi korban penipuan oleh mantan pegawai kampus Universitas Brawijaya (UB) hingga rugi Rp 234 juta.

ist
Ilustrasi penipuan 

SURYA.co.id | MALANG - Seorang kontraktor asal Surabaya menjadi korban penipuan oleh mantan pegawai kampus Universitas Brawijaya (UB). Akibatnya korban mengalami kerugian materil dalam jumlah cukup besar, mencapai Rp. 234 juta.

Korban penipuan,Mochammad Ishariadi (44), warga Jalan Manukan Rejo, Kecamatan Tandes, Surabaya mengatakan kejadian penipuan itu bermula pada 8 Oktober 2019 silam. 

"Saat itu saya bertemu dengan pelaku yang bernama Muchammad Rikhi Toufan, warga Jalan Dorowati Barat, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang di sebuah rumah makan di Kota Malang. Saya kenal dengan pelaku, karena dikenalkan oleh teman saya," ujarnya, Minggu (30/8/2020).

Pemilik CV. Fanizah itu menerangkan bahwa pelaku menawari sebuah kontrak kerja, berupa pengadaan pembangunan container office.

"Pelaku yang saat itu masih berstatus sebagai Staff Barang Milik Negara UB menawari kontrak kerja tersebut. Proyek akan dibangun di kawasan UB. Dengan dana yang saya keluarkan untuk proyek itu sebesar Rp. 243 juta," bebernya.

Karena korban telah percaya dengan pelaku, uang proyek itu kemudian langsung ditransfer kepada pelaku.

Mochammad Ishariadi sadar telah menjadi korban penipuan pada Desember 2019. Saat ia langsung mengecek langsung lokasi proyek tersebut.

"Saya bertanya kepada salah satu mandor di sana, lalu mandor itu menjawab bahwa proyek bukan dikerjakan oleh CV saya, melainkan oleh CV lain," tambahnya.

Korban pun kaget dan segera mencari keberadaan pelaku. Namun saat dicari di tempat kerjanya, pelaku tidak ada di tempat.

"Lalu ada salah satu staff dari UB mengatakan kepada saya, bahwa proyek itu memang ada. Namun proyek dikerjakan oleh perusahaan lain. Dan ternyata pelaku ini bukanlah penanggung jawab dari proyek itu. Sehingga saya ditipu pelalu dengan Surat Perintah Kerja (SPK) palsu," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved