Breaking News:

Berita Malang

Jadikan RSUD Kanjuruhan Rujukan Stroke-Jantung, Hitung Anggaran Dulu

Memang, butuh waktu bagi Pemkab Malang untuk menghitung dan menyiapkan anggaran yang dibutuhkan.

SURYA.co.id/dok
Plt Bupati Malang, Sanusi. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Rencana besar menjadikan RSUD Kanjuruhan sebagai rumah sakit tujukan penyakit stroke jantung, sulit terealisasi dalam waktu dekat. Dengan memperhitungkan anggaran yang diperkirakan tidak sedikit, Pemkab Malang baru menjadikan rencana itu sebagai wacana.

Memang, butuh waktu bagi Pemkab Malang untuk menghitung dan menyiapkan anggaran yang dibutuhkan. Karena itu Bupati Malang, Muhammad Sanusi baru berjanji menyiapkan semuanya tahun depan.

"Tahun depan mau dianggarkan untuk mulai dibangun. Disiapkan tanah 1 hektare. Tahun ini masih penyiapan lahan dulu, baru tahun depan membahas pembangunan. Melihat anggaran yang ada," kilah Sanusi ketika dikonfirmasi, Minggu (30/8/2020).

Sanusi menyadari penyakit jantung termasuk berbahaya. Sehingga ia menyerukan kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk merubah gaya hidup. Minimal, melakukan aktifitas fisik.

"Nanti arahnya kesana. Sementara secara sukarela dulu. Baru nanti kalau sudah masif kita wajibkan. Karena harus merubah dulu mindsetnya," kata Sanusi.

Untuk program jantung sehat kepada masyarakat, Pemkab Malang masih mengandalkan Smarthealth. Menurut Sanusi, program ini menggandeng tiga perguruan tinggi ternama.

"Yaitu Universitas Brawijaya, Manchester University dan George Global Institute untuk melakukan riset Smarthealth," beber Sanusi.

Sementara itu program Smarthealth masih dipusatkan di Kecamatan Kepanjen. "Hingga kini ada 24 persen dari total wilayah yang bisa kami deteksi. Masih banyak lagi yang harus kita deteksi. Karena alat mendeteksinya cukup mahal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo.

Mahalnya alat deteksi jantung jadi alasan munculnya program Smarthealth. Smarthealth dijalankan oleh kader yang membawa aplikasi berisi pertanyaan untuk mendeteksi penyakit jantung.

Jika ada yang terdeteksi, kader akan mengarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan penanganan. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved