Breaking News:

Berita Magetan

Akhirnya, Premium Bersubsidi Akan Kembali Mengalir di Magetan

Seperti diketahui, Bupati Suprawoto melarang Pertamina mengirimkan premium bersubsidi di seluruh SPBU di sejak enam bulan lalu.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Antrean pengendara di sebuah SPBU di Magetan. Distribusi premium subsidi di semua SPBU di Kabupaten Magetan sempat terhenti dengan alasan penimbulkan kerumunan dan rawan penularan Covid-19. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan mengungkapkan bakal dibukanya kembali penyaluran premium bersubsidi di seluruh SPBU di Kabupaten Magetan. Kendati kepastian dibukanya kembali keran premiun subsidi di Kabupaten Magetan itu belum diketahui.

"Kepastian kapan dibukanya kembali penyaluran premium subsidi itu belum dikatakan Bapak Bupati. Tetapi sudah dikatakan bakal dibuka kembali,"kata Sekdakab Magetan, Hergunadi kepada SURYA, Minggu (30/8).

Seperti diketahui, Bupati Suprawoto melarang Pertamina mengirimkan premium bersubsidi di seluruh SPBU di sejak enam bulan lalu. Alasannya, antrean di SPBU menciptakan kerumunan, hingga rawab penyebaran Covid-19.

Akibatnya, masyarakat ekonomi lemah kelimpungan memcari BBM murah. Pertalite BBM non subsidi yang harganya lebih murah dibandingkan Pertamax dan sejenisnya, tidak disukai masyarakat karena efek kerak pada piston mesin kendaraan.

"Pembukaan keran penyaluran premium subsidi diungkapkan Bapak Bupati saat rapat dengan Pertamina, SPBE, agen gas dan penyalur gas elpiji subsidi 3 KG. Tetapi memang belum ada kepastian jadwalnya," tutur Hergunadi.

Sementara Atma Emanuel, seorang perwakilan masyarakat melayangkan surat kepada Bupati Magetan terkait alasan penyetopan penyaluran premium subsidi.

"Bupati Magetan sepertinya tidak punya kepedulian terhadap warganya. Surat saya yang menanyakan alasan penyetopan BBM, tidak pernah dibalas dan ditanggapi," kata Atma.

Ia menegaskan, sekarang jelas alasan warga Magetan kesulitan premium bersubsidi dan elpiji subsidi 3 KG. "Mudah-mudahan yang dikatakan sekda bukan angin surga," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved