Breaking News:

Berita Blitar

Bekuk 11 Pengedar Narkoba, Polisi di Blitar Sita 57 Gram Sabu dan 77 Ribu Butir Pil Dobel L

Dalam dua pekan ini, Satnarkoba Polres Blitar Kota mengungkap delapan kasus narkoba dengan jumlah tersangka 11 orang

SURYA.CO.ID/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela menunjukkan barang bukti kasus narkoba, Jumat (28/8/2020). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Satnarkoba Polres Blitar Kota menangkap 11 pengedar sabu-sabu dan pil dobel L selama dua pekan ini.

Satnarkoba menyita barang bukti berupa sabu-sabu 28 paket dengan total 57,7 gram, 77.000 butir pil dobel L, ponsel, dan uang tunai.

"Dalam dua pekan ini, Satnarkoba Polres Blitar Kota mengungkap delapan kasus narkoba dengan jumlah tersangka 11 orang. Barang bukti yang disita sabu-sabu seberat 57,7 gram, 77.000 pil dobel L, ponsel, dan uang tunai," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (28/8/2020).

Leonard mengatakan, dari sejumlah kasus yang diungkap itu ada satu kasus yang lumayan besar. Satu kasus itu merupakan jaringan pengedar narkoba lintas kota dan kabupaten dengan melibatkan bandar di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Pengungkapan satu kasus lumayan besar itu berawal dari penangkapan salah satu pengedar sabu, Teo alias Sinyo di Kalipucung, Sanankulon, Kabupaten Blitar, Selasa (25/8/2020). Polisi menyita barang bukti satu paket sabu seberat 0,5 gram dari Teo.

Dari penangkapan Teo, kemudian mengembang dengan menangkap tiga tersangka lain, yaitu, Ali, Ateng, dan Gamblong. Ketiganya ditangkap dalam waktu hampir bersamaan.

"Dari ketiganya, kami menyita barang bukti 5 gram sabu-sabu dan pil dobel L sebanyak 77.000 butir," ujarnya.

Dikatakannya, dari penangkapan tiga tersangka itu, kasus mengembang lagi dengan menangkap satu tersangka atas nama Arik.

Arik ditangkap di Kabupaten Tulungagung. Polisi menyita barang bukti 35 gram sabu-sabu, timbangan, dan ponsel dari Arik.

"Awal pengungkapan di Blitar, lalu mengembang ke Tulungagung dan atasnya atau bandarnya berada di Madura. Hasil penyelidikan kami, bandarnya berada di LP Madura," katanya.

Menurutnya, dari sejumlah tersangka yang ditangkap sebagian merupakan residivis. Sebagian merupakan residivis kasus narkoba dan sebagian lagi residivis kasus pencurian.

"Beberapa tersangka merupakan residivis kasus narkoba dan kasus pencurian. Seperti tersangka atas nama Ali dan Arik merupakan residivis," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved