Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Gunakan Capex Tahun 2019, PT Jasuindo Tiga Perkasa Investasi Mesin Sebesar Rp 30 Miliar

Semester II tahun ini, perseroan yang melantai di bursa efek dengan kode JTPE ini menggunakan dana capex (modal kerja) tahun 2019 untuk investasi.

SURYA/Sri Handi Lestari
Dari kiri: Oei, Hendro Susanto Direktur Pemasaran JTPE bersama Lukito Budiman Direktur Keuangan JTPE dan I Gede Auditta, Komisaris Independen JTPE saat RUPS tahunan dan luar biasa tahun buku 2019 serta publik expose di Surabaya, Selasa (25/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk untuk melakukan diversifikasi produk membuat perseroan bergerak di bidang percetakan niaga komersial dan securiti card, ini melakukan investasi mesin teknologi baru.

Di semester II tahun 2020 ini, perseroan yang melantai di bursa efek dengan kode JTPE ini menggunakan dana capex (modal kerja) tahun 2019 untuk investasi mesin baru.

"Investasi mesin baru kami gunakan capek di tahun 2019 sebesar Rp 30 miliar untuk investasi mesin dengan teknologi baru yang mendukung produk diversifikasi kami di semester II ini dan tahun depan," jelas Lukito Budiman, Direktur Keuangan JPTE saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019 dan publik expose di Surabaya, Selasa (25/8/2010).

Di semester II tahun ini dan tahun mendatang, perseroan melakukan diversifikasi untuk menyediakan percetakan label produk obat-obatan, suplemen, dan vaksin untuk Covid 19.

Capex tahun 2019 yang disiapkan perseroan total senilai Rp 50 miliar. Namun khusus untuk mesin teknologi baru yang mendukung produk label hanya Rp 30 miliar.

"Sisanya bisa untuk sewa lahan dan biaya-biaya lainnya," ujar Lukito.

Selama ini perseroan banyak melayani percetakan security card seperti KTP, kartu kredit dan pasport yang akibat pandemi covid 19, permintaannya turun dratis di semester I tahun 2020 ini. Penurunannya sekitar 30-40 persen.

"Dengan diversifikasi ke produk label, semoga bisa menutupi penurunan di produk security card tersebut yang ada di kisaran itu," ungkap Lukito.

Sebelumnya, perseroan juga telah menurunkan target proyeksi penjualan di tahun 2020 ini dengan nilai Rp 1 triliun.

Angka itu lebih rendah dari hasil penjualan di tahun 2019 dan 2018 yang berada di atas Rp 1 triliun.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved