Breaking News:

Berita Malang Raya

Sehari Razia, Satpol PP Kota Batu Beri Hukuman Untuk Belasan Warga yang Tak Pakai Masker

Dalam sehari razia, Satpol PP Kota Batu berhasil menindak belasan orang yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

surabaya.tribunnews.com/benni indo
Kasatpol PP kota Batu, M Nur Adhim. 

SURYA.co.id | KOTA BATU - Dalam sehari ada belasan orang di Kota Batu yang terjaring razia penegakan Instruksi Presiden (Inpres) No 6 Tahun 2020.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Batu, M Nur Adhim mengatakan, meskipun banyak yang terjaring razia, namun belum ada warga dikenai sanksi penahanan KTP serta denda Rp 100 ribu.

Dikatakannya, sejauh ini masyarakat yang melanggar diberi sanksi sosial seperti push up dan sanksi sosial. Sanksi seperti itu diberikan seiring mulai ditegaskannya peraturan-peraturan agar penerapan protokol kesehatan bisa diterapkan dengan baik.

“Per hari bisa di di atas sepuluh yang terjaring razia, tapi kami kenai sanksi sosial terlebih dahulu. Hari ini ada sebelas sampai siang tadi. Jika kemudian hari mereka tertangkap lagi, maka sanksinya akan lebih tegas,” ujar Adhim.

Adhim menjelaskan saat ini pihaknya masih mengedepankan tindakan persuasif. Ia mengatakan, Satpol PP belum sepenuhnya menjalankan peraturan dengan penuh, tapi ada sosialisasi dulu.

“Bentuknya bisa peringatan sanksi sosial. Manakala sudah kami lakukan, tapi ada pelanggaran, tetap kami lakukan tindakan,” ujarnya.

Warga yang terjaring razia sebagian besar berada di tempat-tempat umum. Selain masyarakat biasa, juga ada pekerja yang tidak memakai masker.

Sebelumnya, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko telah mewanti-wanti agar ASN dan masyarakat tidak melanggar protokol kesehatan. Hal itu demi kebaikan diri sendiri dan tentunya kebaikan bersama di saat pandemi Covid-19 ini. Melanjutkan Instruksi Presiden (Inpres) No 6 Tahun 2020, Pemkot Batu akan memberlakukan sanksi terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Tak tanggung-tanggung, Dewanti dengan tegas mengatakan akan memberikan surat peringatan kepada ASN jika tidak disiplin protokol kesehatan. Sanksi paling tegas diberlakukan terhadap ASN, meskipun hanya sekadar foto tanpa masker.

“Kalau ASN, foto saja tidak pakai masker, saya terbitkan surat peringatan. Ini yang nanti tetap kerjasama dengan TNI/Polri untuk mengawal. Sosialisasi sudah, nanti peringatan akan ditempel di mana-mana agar orang ingat. Peringatannya itu mulai dari lisan sampai tertulis,” tegasnya.

Selain memberikan sanksi kepada ASN, Dewanti juga mengajak masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Masyarakat juga akan mendapatkan sanksi jika tidak disiplin, bahkan sanksinya sampai menghapus bantuan sosial kepada individu berupa bantuan langsung tunai (BLT) ataupun bantuan dari desa melalui ADD.

“Kalau dia penerima bantuan, BLT atau ADD, langsung dicoret, tidak akan dibantu,” tegas Dewanti beberapa waktu lalu.

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved