Breaking News:

Berita Surabaya

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Surabaya, Dimeriahkan Kreasi Tari Anak Down Syndrome

Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur memberi apresiasi kepada para pemenang lomba peringatan Hari Anak Nasional.

surya.co.id/zainal arif
Kreasi tari anak-anak down syndrome memeriahan puncak peringatan Hari Anak Nasional di BK3S Jatim, Kamis (27/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur memberi apresiasi kepada para pemenang lomba peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (27/8/2020).

Selain itu dalam peringatan ini juga diisi tampilan kreasi tari dari para anak down syndrome.  

Ketua BKKKS Provinsi Jawa Timur, DR. Dra.Pinky Saptandari, MA memaklumi para pemenang tak bisa semuanya hadir karena berasal dari luar Surabaya atau luar pulau terutama disituasi pandemi.

"Bagi para pemenang yang tidak bisa hadir diacara pemberian hadiah kali ini tidak perlu khawatir, karena hadiah akan kami kirim," kata Pinky.

Salah satu pemenang lomba menulis cerita ibu dan anak (Kategori Kelas 7-9), Kemala Ainuura Admireaulia mengaku senang mendapat kesempatan untuk dapat berkreativitas meski dengan berbagai keterbatasan akibat pandemi.

"Saya curhat berdasarkan pengalaman saya saat menjalani sekolah online, semoga kedepan anak-anak Indonesia bisa berprestasi karena pandemi bukan alasan untuk berhenti berkreativitas," ungkap siswi SMP Negeri 13 Surabaya ini.

Di samping itu, kegiatan juga diisi dengan pertunjukan ludruk anak dan anak-anak Insan disabilitas.

Hal itu dilatar belakangi untuk menghidupkan kembali nafas kesenian tradisional ludruk serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi.

Anak-anak yang tergabung kedalam POTADS (Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome) berhasil membuat seluruh tamu undangan ikut menari dan bergembira bersama berkat flashmob tari jaranan yang mereka tampilkan.

Diawali dengan tari kreasi tari rampak diatas panggung kemudian anak-anak down syndrome yang berjumlah 5 anak tersebut, mengajak para tamu undangan untuk menari jaranan bersama.

Pelatih Tari anak-anak down syndrome, Adita Ayu Ariani menagaku bangga dengan penampilan anak-anak mampu tampil gembira dan ceria meski terhenti latihan selama 4 bulan akibat pandemi.

"Mereka (anak-anak down syndrome) sangat bergembira mendapat kesempatan kembali untuk tampil berpentas, ini perdana bagi mereka setelah pandemi ini, dan alhamdulilah mereka tampil dengan baik karena gerakannya juga sudah saya sederhanakan," kata Ariani.

Para tamu undangan juga ikut memegang jaranan kemudian mengikuti anak-anak tersebut menari, terlihat anak-anak begitu bersemangat dan ceria seolah mengungkapkan kegembiraan kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

"Paling tidak anak-anak diakui keberadaannya meskipun terkendala fisik dan kemampuan, meski dengan keterbatasan semoga anak-anak bisa lebih bersemangat lagi kedepan," tutup Ariani.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved