Persona

Lebih Dekat Dengan Desainer Batik dan Scarf Diah Gardenia: Ingin Hadirkan Warna Alam dalam Karyanya

Melukis dan merancang busana sudah menjadi bagian dari keseharian Diah Gardenia, seorang desainer batik dan scarf. Mari lebih dekat dengannya

surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Desainer batik dan scarf Diah Gardenia (kiri) berpose bersama tiga model yang mengenakan batik buatannya. Diah dikenal sebagai desainer yang kerap menghadirkan banyak warna dalam setiap karyanya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melukis dan merancang busana sudah menjadi bagian dari keseharian Diah Gardenia, seorang desainer batik dan scarf.

Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ibu dari dua anak ini sudah menyukai dunia menggambar dan mode.

"Waktu itu, saya punya cita-cita ingin merealisasikan dua hobi saya itu, yakni di bidang menggambar dan fashion," katanya kepada Surya, Kamis (27/8/2020).

Akhirnya sejak 4 atau 5 tahun yang lalu, Diah memutuskan untuk menggeluti dunia batik, lebih tepatnya batik lukis.

"Saya mulai benar-benar ingin menggeluti batik saat dikenalkan maestro batik sama suami. Ditambah dukungan dari teman-teman desainer yang membuat saya mulai berani," ungkap Diah.

Menurutnya, menjadi desainer batik lukis bisa menggabungkan dua hobinya. 

"Saya bersyukur karena banyak yang support, mulai dari guru batik, media, fotografer, dan semua orang yang memfasilitasi karya saya. Semakin tertarik lagi sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya," Diah menerangkan.

Karya batik goresannya memiliki karakteristik yang unik, yakni penuh warna, gradasi, serta detail. Ia memang ingin memberikan warna yang mendekati warna aslinya.

"Saya ingin mengembangkan batik agar lebih bisa diterima secara internasional atau modern. Sejauh ini, saya belum membuat batik khas daerah. Namun kalau dilihat dari warnanya, banyak yang menilai ini khas Jawa Timur," ungkap perempuan kelahiran 5 Mei 1968 ini

Batik Jawa Timur, terangnya, identik dengan warna-warni yang beragam. Berbeda dengan batik sogan khas Jawa Tengah yang didominasi warna coklat.

"Saya membuat batik lukis dengan cara di-improve saat proses colet. Saya ingin memberikan kontribusi untuk perkembangan batik, saya sendiri pun masih terus belajar tentang ini," Diah menerangkan.

Sejak dulu, ia dikenal lewat motif-motif alam dengan warna yang cerah dan beragam. Di antaranya tumbuhan, bunga, daun, serta fauna-fauna khas Indonesia.

"Melihat alam, bunga, dan ciptaan Allah yang lain, saya selalu kagum. Gradasi dan warnanya sangat indah, membuat hati bahagia. Kekaguman dan kebahagiaan ini saya tuangkan lewat desain," Diah menuturkan.

Oleh karena itu, lanjutnya, minimal ia ingin menghadirkan warna yang menyerupai asli.

Setiap corak yang ia usung selalu mempunyai filosofi, seperti motif burung cendrawasih dalam salah satu karyanya.

Burung tersebut hadir dalam warna kuning dan oranye dengan latar berwarna hijau serta detail awan-awan serta motif-motif layaknya daun.

"Saya ingin mengangkat burung cenderawasih untuk mengingatkan sisi keindahan alam Irian. Dalam ceritanya, cendrawasih ini kan burung yang diturunkan dari surga," terangnya.

Burung cendrawasih hidup di tengah hutan belukar yang gelap dan liar. Hal ini memiliki filosofi, ada sesuatu yang cantik dalam balutan yang gelap sekalipun.

"Ini bisa menyimbolkan jangan melihat orang dari cover-nya saja. Ternyata di dalam hutan tadi kan ada keindahan. Sama seperti menilai orang, kelihatannya nyebelin ternyata dia malah bisa bikin happy," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved