Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Terimbas Perang Dagang AS-China sejak Semester II 2019, ALMI  Fokus Pasar Domestik Tahun ini 

CEO Maspion Group Alim Markus saat RUPST dan publik expose ALMI di Surabaya. 

surya.co.id/sri handi lestari
CEO Maspion Group Alim Markus saat RUPST dan publik expose ALMI di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan group Maspion, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) semester I tahun 2020  mencatatkan kinerja penjualan bersih hanya 28,2 persen dari target.

Perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode ALMI ini, mengakui bila usahanya mengalami tekanan sejak di semester II tahun 2019, imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

CEO Maspion Group, Alim Markus mengatakan, selain imbas dari perang dagang yang masih berlangsung hingga saat ini, juga pandemi Covid-19 yang berimbas di ekonomi pasar global.

"Karena itu, ALMI mengupayakan re-posisi pasar dengan lebih meningkatkan penjualan di pasar domestik di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini," kata Alim Markus, saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) dan publik expose ALMI, Selasa (25/8/2020).

Reposisi dengan memperbanyak pasar domestik menjadi jalan utama, mengingat AS yang menjadi pasar utama ekspor saat ini juga sedang perang melawan pandemi. Bahkan ekonomi di AS memburuk dengan jumlah penderita Covid 19 paling banyak di dunia.

"Dan itu semakin meluas ke negara tujuan ekspor alternatif Alumindo," tambah Alim.

Sementara dampak perang dagang sudah dialami ALMI sejak di semester II tahun 2019 dengan adanya pembatalan pesanan ekspor dari pembeli terbesar di pasar utama AS sebagai dampak berlanjutnya perang dagang tersebut.

Selain lebih meningkatkan penjualan ke pasar domestik, ALMI juga akan melakukan pengendalian biaya, meningkatkan produktifitas dan menjajaki kerja sama dengan mitra strategis.

"Di samping ada upaya perbaikan struktur permodalan untuk menjaga kesinambungan operasi perseroan di tengah kondisi pandemi ini," ungkap Alim Markus.

Namun, Perseroan juga tetap optimistis karena adanya kebijakan pemerintah berupa pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) untuk melindungi produsen lembaran aluminium termasuk foil yang telah menjadi angin segar bagi Alumindo untuk memulai fokus pada pasar domestik.

"Kami juga akan diversifikasi pasar lokal dan ekspor selain AS seperti ke Korea Selatan, Eropa dan Asean," imbuh Alim Markus.

Adapun rencana distribusi pasar pada 2020 secara kuantitas yakni ada di AS sebesar 25,5 persen, Eropa 1,9 persen, Asean 0,1 persen, Asia (non Asean) 12,5 persen, Australia 0,04 persen dan Indonesia 59,1 persen.

Alumindo mencatat sepanjang 2019, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,2 triliun.

Angka tersebut menurun 49,6 persen dibandingkan capaian 2018 yakni Rp 4,4 triliun.

Penurunan penjualan bersih tersebut mengakibatkan perseroan mencatatkan kerugian periode berjalan sebesar Rp 298,8 miliar dibandingkan laba periode berjalan 2018 sebesar Rp 6,5 miliar.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved