Breaking News:

PLN

PLN UPT Surabaya Serahkan CSR kepada Warga RT 07 RW 01 Simomagerejo

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Surabaya menyerahkan produk program Corporate Social Responsible (CSR).

surya.co.id/sri handi lestari
PIC CSR PLN UPT Surabaya Sukamto (ketiga dari kanan) saat menyerahkan CSR kepada warga RT 07 RW 01 Simomagerejo, Rabu (26/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Surabaya menyerahkan produk program Corporate Social Responsible (CSR) kepada warga RT 7 RW 01 Simomagerejo, Surabaya, Rabu (26/8/2020). 

Program CSR tersebut berupa gapura masuk wilayah RT 07, bak sampah, dan peralatan pendukung kegiatan olahraga warga berupa seperangkat sound system.

PIC CSR PLN UPT Surabaya, Sukamto, mengatakan, kegiatan ini rutin digelar di berbagai titik daerah.

"Terutama yang dekat dengan fasilitas transmisi kami. Karena dengan program CSR ini, kami bisa bersinergi dengan masyarakat sekitar transmisi, dimana kami membantu kebutuhan masyarakat sekaligus kami mohon bantuan dari masyarakat untuk menjaga jaringan transmisi yang ada di wilayahnya," jelas Sukamto.

Lebih lanjut, Sukamto menyebutkan, ada tiga hal yang dititipkan ke warga sekitar tower transmisi. Pertama, soal pohon. Untuk tidak dibiarkan tumbuh tinggi di sekitar jaringan transmisi.

Karena hal itu sangat membahayakan bila mengalami tumbang atau gesekan ranting ke kabel yang bisa memicu korsleting.

"Seperti yang pernah terjadi di daerah Jawa Tengah, dimana ranting pohon membuat konsleting di kabel jaringan transmisi hingga mengakibatkan aliran listrik padam di berbagai tempat," jelas Sukamto.

Kedua adalah bangunan rumah yang bahanya ada besi untuk waspada agar di bangun tidak tinggi hingga dekat jaringan transmisi. karena besi jenis tertentu, juga bisa menjadi pengantar listrik atau api.

"Ketiga, terkait bermain layang-layang. Kami tidak melarang bermain layang-layang, tapi kami menghimbau untuk tidak bermain di sekitar jaringan transmisi," ungkap Sukamto.

Dalam beberapa kasus, layang-layang yang putus kemudian nyangkut di jaringan transmisi mengakibatkan aliran listrik juga putus.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi telah disebutkan bahwa bangunan dan tanaman yang memasuk ruang bebas minimum dilarang.

Temasuk bermain layang-layang dengan menggunakan benang konduktif, disekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik.

Dari warga, Ketua RT 07 RW 01 Simomagerejo, Rofiq didampingi Ketua RW 01, Gusti Dardiansyah, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Kami ucapakan terima kasih pada PLN, dengan ini kami tidak perlu sewa sound system lagi kalau ada kegiatan olahraga ibu-ibu," kata Rofiq.

Sementara untuk bak sampah, akan dibagikan ke warga RT yang mencapai 66 KK. Bak sampah itu merupakan tambahan untuk warga yang belum mendapatkan jatah dari Pemkot Surabaya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved