Breaking News:

Berita Banyuwangi

Kartu Ternak Elektronik Banyuwangi Jadi Nominator TOP 25 Kovablik Jawa Timur 2020

Bupati Anas menjelaskan, kartu e-Nak merupakan inovasi daerah di bidang peternakan yang memuat data tentang ternak, khususnya sapi.

SURYA.CO.ID/Haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mempresentasikan Inovasi e-Nak di hadapan dewan juri TOP 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2020 lewat pertemuan virtual. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Inovasi Kartu Ternak Elektronik (e-Nak) Banyuwangi menjadi salah satu nominator TOP 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2020.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjelaskan, kartu e-Nak merupakan inovasi daerah di bidang peternakan yang memuat data tentang ternak, khususnya sapi.

Melalui kartu tersebut, sapi yang terdaftar akan terpantau usia, data kepemilikan, kesehatan, hingga riwayat kehamilan. Sehingga peredaran dan perkembangan sapi akan terdata dengan baik.

“Kartu e-Nak ini bisa diistilahkan sebagai sertifikatnya ternak. Kalau tanah yang bersertifikat tentunya lebih terjamin daripada yang belum bersertifikat. Begitu juga dengan ternak yang sudah memiliki e-Nak ini,” ujar Anas, Rabu (26/8/2020).

Sapi yang sudah terdata lalu dipasangi barcode yang dikalungkan di lehernya. Siapa pun bisa melihat riwayat sapi cukup dengan mengunduh aplikasi QR and Barcode Scanner di smartphone untuk mengetahui detail riwayat data sapi dan kepemilikan.

Dengan memindai barcode yang dikalungkan di sapi, datanya akan muncul melalui website Pemkab Banyuwangi di smartphone.

"Jadi dengan menggunakan sistem barcode, semua riwayat sapi bisa terlihat. Dan ini tidak mungkin tertukar karena detail fisik sapi mulai dari tanduk, moncong dan lainnya sudah difoto. Termasuk titik koordinat (berdasar GPS) keberadaan sapi itu sendiri," jelas Anas.

Uniknya lagi, kartu kepemilikan ternak ini langsung terkoneksi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK/e-KTP) pemilik.

Lewat kartu ini, lanjut Anas, banyak keuntungan yang bisa diperoleh para peternak. Salah satunya, ternak peserta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan hewan.

“Para pembeli ternak, juga akan diuntungkan. Mereka yang akan membeli ternak akan terhindar dari upaya penipuan. Karena riwayat kesehatan sapi akan terpantau melalui kartu tersebut. Misalnya pernah beranak berapa kali, pernah sakit, produktif atau tidak dan lainnya,” jelas Anas.

Saat ini, sebanyak 20.500 dari total 126 ribu ekor sapi di daerah telah terdata dan terintegrasi dengan NIK pemiliknya. Ditargetkan pada 2021 semua ternak sapi telah memiliki e-Nak.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved