Breaking News:

Berita Surabaya

DPRD Surabaya Deadline Jembatan Joyoboyo 7 Desember 2020, Tak Boleh Ada Perpanjangan Kontrak

Pengerjaan proyek infrastruktur Jembatan Joyoboyo ditargetkan tuntas dan operasional Desember 2020.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
Istimewa
Jembatan Joyoboyo yang akan menjadi ikon baru Surabaya ditarget tuntas Desember 2020. 

 Dikhwatirkan proyek prestisius itu akan dikerjakan asal-asalan oleh pelaksana proyek.

Mereka akan punya pikiran akan bisa dilanjutkan pada periode tahun berikutnya.

“Kami rekomendasikan agar proyek tersebut dikebut pengerjaannya, kalau perlu dikerjakankan 24 jam. Karena pekerjaan proyek tersebut, saya rasa tidak ada imbasnya terhadap lingkungan maupun dampak pada lalu lintas yang ditimbulkan,” kata Baktiono

Agung Prasojo, anggota Komisi C yang lain juga mendesak agar proyek jembatan gantung tersebut bisa diselesaikan lebih cepat dari target perencanaan awal. Yakni jembatan ikonik itu harus tuntas 7 Desember 2020.

“Jika cepat selesai, kan bisa segera dimanfaatkan untuk masyarakat, Pemkot juga dinilai bagus oleh masyarakat,” kata Agung. 

Komisi C menyayangkan melihat detail design engenering (DED) Jembatan Joyoboyo tidak menampakkan infrastruktur yang menampakkan karakteristik Surabaya. Tidak ada ikoniknya. Harus ada ornamen khusus. 

Padahal saat hearing di Komisi C yang melibatkan Dewan Kesenian Suroboyo (DKS) diusulkan agar pembangunan Jembatan Joyoboyo perlu menonjolkan kekhasan Suroboyo. Tidak seperti jembatan pada umumnya. 

Jembatan Joyoboyo akan memiliki panjang 150 meter dengan lebar 17 meter.

Sementara tinggi pilonnya 20 meter. Untuk struktur jembatannya dari beton bertulang dan voided slab.

Jembatan didesain khusus. Akan ada fasilitas tambahan di area jembatan tersebut. Nantinya akan ada taman dan air mancur yang warna-warni. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved