Breaking News:

Latihan Militer Mahasiswa Tuai Penolakan, Setara Institute Sebut Tak Sesuai, ini Update Faktanya

Latihan Militer Mahasiswa yang Digagas Kementerian Pertahanan Menuai Penolakan, Setara Institute Sebut Tak Sesuai. Ini Update Faktanya

Tribun Timur/Abdul Aziz
Foto Ilustrasi: Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Wolter Mongisidi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr M Said, mengecek pasukan sebelum apel penutupan diksar menwa di Pakkatto, Gowa, Minggu (16/4/2017). Menwa merekrut 200-an anggota baru dari berbagai kampus di Makassar. 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Program latihan militer untuk mahasiswa yang digagas oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), menuai penolakan terutama dari kalangan mahasiswa.

Salah satunya adalah Presiden BEM Universitas Brawijaya M. Farhan Azis, yang mengaku tidak setuju diterapkannya latihan militer mahasiswa.

Selain itu, Setara Institute juga mengkritisi rencana Kemhan untuk menerapkan latihan militer di kampus sebagai bagian dalam program bela negara.

Seperti diketahui, program bela negara bagi mahasiswa yang digagas Kemhan mendapat sorotan luas. 

Wamenham Contohkan KPop dari Korsel Soal Program Bela Negara yang Bisa Pengaruhi Dunia

Program bela negara ini akan diwujudkan dalam latihan militer.

Berikut update faktanya dilansir dari Tribunnews (grup SURYA.co.id).

1. Mahasiswa tolak latihan militer

Presiden BEM Universitas Brawijaya M. Farhan Azis tidak setuju diterapkannya latihan militer mahasiswa, seperti yang direncanakan Kementerian Pertahanan

"Saya pribadi menolak," ujar Farhan dalam diskusi secara virtual, Jakarta, Minggu (23/8/2020).

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved