Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Djoko Tjandra Mengaku Kucurkan Uang kepada 2 Jenderal Polri agar Namanya Dihapus dari Red Notice

Koruptor Bank Bali, Djoko Tjandra mengaku telah mengucurkan sejumlah uang kepada 2 jenderal Polri agar namanya Dihapus dari red notice di Interpol.

Kolase Kompas.com
Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Koruptor Bank Bali, Djoko Tjandra mengaku telah mengucurkan sejumlah uang kepada 2 jenderal Polri agar namanya Dihapus dari red notice di Interpol.

Dua jenderal Polri yang diduga mendapat kucuran dana dari penghapusan itu adalah Irjen Napoleon Bonaparte serta Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo.

Pengakuan Djoko Tjandra disampaikan kepada penyidik saat menjalani pemeriksaan selama 6.5 jam di Bareskrim Polri.

"Yang bersangkutan ( Djoko Tjandra) memang sudah mengakui itu, telah memberikan sebanyak uang tertentu kepada para tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020).

Buron kelas kakap Djoko Tjandra (foto kiri) dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo.
Buron kelas kakap Djoko Tjandra (foto kiri) dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo. (Kolase Kompas.com/Satpolpp.kalteng.go.id via Tribun Jambi)

Diketahui, Djoko Tjandra berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice tersebut.

Djoko Tjandra diduga sebagai pemberi suap.

Sementara, dua tersangka yang diduga sebagai penerima suap, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte serta Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo.

Informasi itu diketahui penyidik setelah memeriksa Djoko Tjandra pada hari ini selama 6,5 jam sejak pukul 09.30 WIB.

Pada pemeriksaan tersebut, kata Awi, Djoko Tjandra dicecar 55 pertanyaan.

Salah satunya terkait aliran dana atau suap dari Djoko Tjandra kepada penerimanya.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved