Breaking News:

Semester I Tumbuh 44,4 Persen, Sekar Bumi Proyeksi Pendapatan Rp 3 Triliun Hingga Akhir Tahun 2020

Meski pandemi, PT Sekar Bumi Tbk masih mencatatkan kinerja yang positif di semester I tahun 2020 ini.

ist
Publik expose yang digelar SKBM pasca RUPS 2019 yang dilakukan melalui zoom meeting melaporkan kinerja yang positif di semester I meski ada pandemi Covid 19. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski pandemi, PT Sekar Bumi Tbk masih mencatatkan kinerja yang positif di semester I tahun 2020 ini. Pasar ekspor perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode SKBM itu mampu tumbuh 44,5 persen di persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

"Pendapatan perseroan naik 44,4 persen dari Rp 889,61 miliar pada 30 Juni 2019 menjadi Rp 1,284.58 miliar di periode yang sama tahun ini," kata Harry Lukmito, Direktur Utama SKBM saat Publik expose, Rabu (19/8/2020).

Dari jumlah penjualan tersebut, 95,3 persen adalah penjualan ekspor dan sisanya 4,70 persen adalah penjualan lokal.

Penjualan makanan hasil laut nilai tambah beku (frozen value-added seafood) sejumlah Rp 1,235.29 miliar dan penjualan makanan olahan beku (frozen processed food), sejumlah Rp 49,28 miliar.

Selanjutnya untuk proyeksi hingga akhir tahun, Harry mentargetkan bisa mencapai Rp 3 triliun.

"Semoga bisa tercapai. Karena pandemi ini, konsumsi camilan atau produk makanan, terutama frozen mengalami peningkatan baik yang domestik maupun ekspor," jelas Harry.

Sementara itu, laporan kinerja di tahun 2019, pendapatan Perseroan naik 7,72 persen dari Rp 1,953,91 miliar di tahun 2018 menjadi Rp 2,104,70 miliar.

Dari jumlah penjualan tahun 2019, 91,32 persen adalah penjualan ekspor dan sisanya penjualan lokal.

Penjualan makanan beku hasil laut nilai tambah sejumlah Rp 1,915,81 miliar. Penjualan makanan olahan beku sejumlah Rp 103,58 miliar. Penjualan produk lainnya sebesar Rp 85,32 miliar.

"Pasar ekspor kami 90 persen adalah di Amerika Serikat (AS). Selama pandemi ekspor udang beku dan makanan olahan hasil laut meningkat," tambah Howard Ken Lukmito, Direktur SKBM.

Sisanya sekitar 10 persen, ekspor ke Jepang, Australia dan beberapa negara lainnya. Untuk pasar domestik, Howard, mengatakan, pihaknya akan memperkuat e commerce, dengan bekerjasama dengan beberapa platform market place utama di Indonesia.

"Selain itu juga gencar menggarap market modern market dan tradisional market. Karena food service yg selama ini cukup besar mengalami penurunan signifikan akibat pandemi," ungkap Howard.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved