Breaking News:

Lifestyle

VIDEO - Tampilan Batik Corona karya Penyandang Disabilitas di Surabaya

Ariyono pemilik Batik Wistara mengajak teman-teman penyandang disabilitas membuat kreasi Batik Corona.

NASKAH | Akira Tandika    VIDEO | Ahmad Zaimul Haq

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Di tengah pandemi yang tidak bisa diprediksi kapan berakhir, Ariyono Setiawan pemilik Batik Wistara tidak bisa begitu saja menyerah dengan keadaan. Bagaimana pun ia harus bertahan agar usahanya tetap jalan. 

Salah satu hal yang dia lakukan adalah berkreasi dan melakukan inovasi baru.

Seperti belum lama ini, Ariyono bersama teman-teman penyandang disabilitas membuat kreasi Batik Corona.

"Ide membuat Batik Corona ini sebenarnya belum lama, sekira satu bulan lalu saat kami menerima pesanan dari PLN Peduli. Jadi mereka meminta kami untuk dibuatkan seragam batik dengan tema Corona," terang Ariyono saat ditemui di kawasan Medokan Ayu, Kamis (20/8/2020).

Ariyono mengatakan, selama pandemi banyak sekali ide-ide unik yang bermunculan, salah satunya adalah membuat Batik Corona.

Sejak membangun Batik Wistara, Ariyono dan teman-teman disabilitas terbiasa membuat canting berbahan kertas versi mereka sendiri. Jadi, membuat motif baru bukanlah merupakan hal susah bagi mereka.

"Sebenarnya pembuatan Batik Corona ini nggak memerlukan waktu lama. Satu hari saja sudah bisa jadi," ujar Ariyono.

Proses paling sulit, lanjutnya, justru pada saat pengaplikasian canting ke atas kain. Ariyono mengakui jika teman-teman penyandang difabel agak kesulitan bila harus menyejajarkan motif.

"Tidak hanya pada pembuatan Batik Corona, motif lain pun kami seringnya tumpuk-tumpuk. Karena memang teman-teman ini agak susah kalau harus sejajar. Tapi justru itulah yang menjadi ciri khas kami," ungkapnya.

Untuk saat ini, Batik Corona baru menyediakan dua model yakni, kemeja dan masker. Serta, untuk proses pemasaran, Ariyono baru menerapkan sistem pre order.

"Jadi masyarakat harus memesan terlebih dulu, karena kita juga masih belum tahu pasar batik ini akan bersifat seperti apa. Tapi kalau nanti ke depannya memang banyak yang minat, tentu kami akan bikin stok," harap Ariyono.

Penulis: Akira Tandika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved