Breaking News:

Teknologi Grab Tingkatkan Pendapatan UMKM Surabaya dan Dorong Lapangan Kerja Baru

Tahun 2018 kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab mencapai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya

Foto Istimewa
Teknologi Grab Tingkatkan Pendapatan UMKM Surabaya dan Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Baru 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ini bukan kali pertama bagi Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics untuk melakukan riset pada kontribusi aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, Grab.

Tahun 2019 lalu, CSIS dan Tenggara Strategic telah melakukan riset yang lebih fokus untuk aspek ekonomi pada pelaku UMKM dan gig worker setelah bergabung dengan Grab.

"Hasilnya, pada tahun 2018 kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab mencapai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya," terang Stella Kusumawardhani, Economist Tenggara Strategics.

Namun, pada Januari 2020, CSIS dan Tenggara Strategics kembali melakukan studi yang menghasilkan bahwa Grab Indonesia juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 15 persen.

Stella mengatakan, dengan banyaknya UMKM dan pekerja lepas yang bergabung menjadi mitra Grab Indonesia, membuat mereka secara tidak langsung membuka rekening pribadi dan menabung secara rutin di bank.

"Sebanyak 81 persen mitra GrabBike dan 69 persen mitra GrabCar telah rutin menabung di bank dengan kisaran Rp 967 ribu hingga Rp 1,2 juta per bulan," urainya.

Tak hanya menabung, studi tersebut juga menunjukkan bahwa 55 persen mitra GrabBike dan 84 persen mitra GrabCar melakukan kegiatan keuangan lain seperti melakukan pinjaman, hingga mengkredit kendaraan untuk mengembangkan bisnis atau berinvestasi.

Selain itu, menurut riset tersebut juga menunjukkan, mitra GrabBike dan GrabCar mengalami peningkatan pendapatan hingga 125 persen dibanding sebelum mereka bergabung dengan Grab Indonesia.

"Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Kota Surabaya dengan peningkatan pendapatan hingga 125 persen menjadi Rp 9,3 juta per bulan dan 85 persen menjadi Rp 5 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab," jelasnya.

Peningkatan ini, lanjut Stella, membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman.

Stella mengungkapkan, pertumbuhan sektor gig economy memiliki peran yang besar kepada ketahanan ekonomi.

Karena mereka dapat merasakan manfaat setelah bergabung secara langsung.

"Kami percaya platform teknologi seperti Grab dapat membantu pemulihan dan pertumbuhan kembali perekonomian yang terkena dampak negatif akibat pandemi. Kita sudah melihat bukti bahwa gig economy mampu memberikan kontribusi yang besar pada 2019 lalu. Hal ini bisa terjadi jika masyarakat lebih memanfaatkan teknologi dan mulai bertransformasi digital dalam sebuah ekosistem yang baik,” tutupnya. (*)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved